Senin, 23 Maret 2026

Biomasa Jaya Abadi

Wood Pellet Dominasi Ekspor Gorontalo, Biomasa Jaya Abadi Terus Tingkatkan Kontribusi

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, pelet kayu menjadi komoditas yang mendominasi ekspor Provinsi Gorontalo pada periode Januari-

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Wood Pellet Dominasi Ekspor Gorontalo, Biomasa Jaya Abadi Terus Tingkatkan Kontribusi
BJA
Direktur BJA Group Burhanuddin dalam acara Workshop Media yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Sabtu (14/12/2024)  

TRIBUNGORONTALONTALO.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, pelet kayu menjadi komoditas yang mendominasi ekspor Provinsi Gorontalo pada periode Januari-Oktober 2024. 

Kontribusi ekspor wood pellet ini tidak bisa dilepaskan dari kinerja ekspor PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), produsen wood pellet terintegrasi dengan kapasitas izin terbesar di Indonesia, yang terus meningkat. 

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif mengatakan, sepanjang Januari-Oktober 2024, Provinsi Gorontalo mencatatkan ekspor senilai US$50,35 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor kayu dan barang dari kayu mencapai US$21,45 juta. 

“Secara komposisi, ekspor paling banyak adalah produk turunan dari kayu. Untuk Provinsi Gorontalo, produknya adalah pelet kayu. Porsinya mencapai 42 persen pada periode Januari-Oktober 2024,” ujar Mukhanif dalam acara Workshop Media yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Sabtu (14/12/2024) lalu.

Direktur BJA Group Burhanuddin 99999
Direktur BJA Group Burhanuddin dalam acara Workshop Media yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Sabtu (14/12/2024) 

Mukhanif menambahkan, sejak 2022, nilai ekspor kelompok komoditas barang dari kayu meningkat signifikan. Pada periode 2022-2024, ekspor wood pellet tercatat sebagai komoditas dengan nilai ekspor terbesar ketiga di Provinsi Gorontalo

Kehadiran BJA juga diakui sebagai salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pohuwato. Pada kuartal II-2024, Pohuwato tercatat sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Gorontalo, yakni sebesar 4,85 persen. 

“Jumlah tenaga kerja di sektor industrial di Kabupaten Pohuwato meningkat dari 16.703 tenaga kerja pada 2022 menjadi 21.485 tenaga kerja pada 2023. Pertumbuhan ekonomi Pohuwato juga naik signifikan,” imbuh Mukhanif. 

Ekspor wood pellet BJA

Direktur BJA Group Burhanuddin di kesempatan yang sama mengatakan, BJA terus meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian Provinsi Gorontalo. Ekspor wood pellet dari BJA pada tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.


Sepanjang tahun ini hingga akhir November 2024, BJA telah mengekspor wood pellet sebanyak 15 kali pengiriman dengan total volume sebanyak 171.861 ton. Jumlah tersebut meningkat 80,42 persen dibandingkan volume ekspor BJA sepanjang 2023 lalu yang sebesar 95.253 ton.

Berdasarkan nilainya, ekspor wood pellet BJA pada periode Januari-November 2024 tercatat sebesar US$ 21,45 juta. Jumlah tersebut meningkat hingga 65 persen dibandingkan nilai ekspor BJA sepanjang 2023 lalu yang sebesar US$ 12,99 juta. 

“Sejak ekspor pertama kali pada November 2022 lalu hingga akhir November 2024, BJA telah mengekspor wood pellet sebanyak 26 kali dengan volume sebesar 287.819 ton. Nilai ekspornya sebesar US$39,7 juta,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan, hingga akhir November 2024, jumlah karyawan BJA bersama kedua mitranya, PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), sebanyak 1.166 orang. Jumlah tersebut setara dengan 27 persen dari total tenaga kerja di perusahaan besar di Pohuwato. 

Direktur BJA Group Burhanuddin dalam acara Workshop Mdddddd
Direktur BJA Group Burhanuddin dalam acara Workshop Media yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Sabtu (14/12/2024) 

Menurut Burhanuddin, jumlah tenaga kerja asal Pohuwato sebanyak 856 orang atau mencapai 73?ri total tenaga kerja di BJA Group. Dengan jumlah tenaga kerja lokal tersebut, BJA bersama IGL dan BTL tercatat sebagai perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja lokal terbesar di Kabupaten Pohuwato. 

“BJA akan selalu memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya dari masyarakat Pohuwato. Hal ini agar kehadiran perusahaan bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar, mengurangi pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato,” tegas Burhanuddin. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved