Sejauh ini, kehadiran BJA telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hitungan Burhanuddin, perputaran uang dari karyawan BJA Group saban bulan mencapai lebih dari Rp 4 miliar. Itu tidak termasuk perputaran uang dari tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Lalape yang bisa mencapai Rp800 juga sebulan.
“Itu semuanya belum menghitung multiplier effect yang terjadi dari transaksi yang dilakukan karyawan,” kata Burhanuddin.
BJA Group juga tercatat telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Hingga November 2024, PT BTL dan PT IGL telah menyetorkan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) senilai Rp16,9 miliar yang telah dibayarkan ke kas negara.
Kedua perusahaan juga telah menyetorkan dana reboisasi (DR) senilai Rp365,6 juta dan US$ 2,9 juta (setara dengan Rp45 miliar), atas kewajiban pemanfaatan hutan kayu sebagai bahan baku pengolahan pelet kayu. Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tersebut juga akan diterima oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo maupun Pemerintah Kabupaten Pohuwato.(***)