Berita Viral
Niat Uji Coba Senapan Angin Baru Malah Kena Siswi SMP hingga Tewas, Kini Pelaku Diamankan Polisi
Niatnya ingin mencoba senapan baru yang dibelinya sepekan lalu. Namun, ditembakan terakhir, pelurunya melesat malah mengenai bagian kepala Siswi SMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/etjhe5yjrjh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Niatnya ingin mencoba senapan baru yang dibelinya sepekan lalu.
Namun, ditembakan terakhir, pelurunya melesat malah mengenai bagian kepala Siswi SMP.
Akhirnya Siswi tersebut dinyatakan tewas.
Pelaku pun kini diamankan pihak kepolisian.
Chyssi Gita Cahyani (12), siswi SMP di Kampar Riau meninggal dunia setelah tertembak senapan angin di bagian kepalanya, Kamis (12/12/2024).
Baca juga: Nasib Apes Sang Driver Ojol Sok Jago Tendang Pesepeda hingga Jatuh di Jalan, kini Tak Bisa Kerja
Pemilik senapan angin yang juga pelaku adalah SH (27).
Saat kejadian SH sebenarnya sedang melakukan uji coba atau mengetes senapan angin yang baru sepekan dibelinya.
Dari pengakuannya kepada polisi, senapan jenis Predator Air Hun itu dibelinya dari Dani seharga Rp 7 juta.
SH dibantu oleh adiknya untuk membayar uang muka.
Sedangkan sisanya dibayar dengan cara dicicil Rp 300.000 per bulan.
Baca juga: Sekeluarga di Ciputat Timur Ditemukan Tewas, Diduga Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Bayar Pinjol
Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sumaryadi mengungkapkan peristiwa itu terjadi Kamis (12/12/2024) sekitar pukul 15.30 WIB di perumahan Kelompok Tani Bina Tiup, Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Saat itu sekitar pukul 14.00 WIB, SH melakukan tes menembak.
Kondisi saat itu tengah hujan gerimis, SH menembak buah nangka dari depan rumahnya.
Sebelum kejadian itu, SH ternyata sudah melepaskan tembakan sebanyak empat kali.
Baca juga: Viral, Ayah di Surabaya Ini Tega Cubit Anaknya Berkali-Kali Sepanjang Jalan, Kini Jadi Tersangka
"Saat bersiap menembak untuk kelima kalinya, tiba-tiba korban Chyssi melewati lokasi tersebut sambil berlari dan tembakan itu mengenai korban," kata AKP Sumaryadi.