Kamis, 5 Maret 2026

Berita Nasional

KPU RI Singgung Kasus Penyekapan Petugas Pilkada Papua, Pantas Rekap Hasil Tak Kelar

Dengan langkah ini, diharapkan proses Pilkada Serentak 2024 dapat terus berjalan meski dihadapkan dengan tantangan besar di wilayah Papua. (*)

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto KPU RI Singgung Kasus Penyekapan Petugas Pilkada Papua, Pantas Rekap Hasil Tak Kelar
Tribun
Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Rahman menjadi korban kericuhan saat Pilkada pada Rabu (27/11/2024) kemarin. Kericuhan serupa juga terjadi di lokasi berbeda yaitu di Kabupaten Puncak Jaya di mana dua kelompok pendukung calon bupati terlibat bentrok. Adapun insiden itu mengakibatkan 40 rumah dibakar dan 94 orang menderita luka-luka akibat terkena panah. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Proses rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2024 di beberapa wilayah Papua terus terkendala akibat masalah keamanan dan dinamika lokal.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin, mengungkapkan bahwa insiden serius seperti intimidasi dan penyekapan terhadap petugas pilkada di beberapa daerah menjadi faktor utama mengapa proses rekapitulasi suara di Papua belum rampung hingga saat ini.

Afifuddin menjelaskan bahwa wilayah-wilayah yang paling terdampak adalah Kabupaten Mamberamo Raya dan Jayapura di Provinsi Papua, Kabupaten Lani Jaya dan Tolikara di Papua Pegunungan, serta Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Paniai di Papua Tengah.

"Beberapa daerah memang menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal konflik lokal dan ancaman terhadap keselamatan petugas pemilu. Insiden penyekapan terhadap petugas di beberapa tempat juga mempengaruhi jalannya rekapitulasi," kata Afif dalam konferensi pers di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Afifuddin menekankan bahwa perlindungan terhadap petugas KPU harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemilu.

"Kami berharap KPU dapat terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan Bawaslu, agar proses rekapitulasi bisa berjalan tanpa gangguan kekerasan," ungkapnya.

Menghadapi situasi tersebut, KPU mempertimbangkan opsi memindahkan proses rekapitulasi ke lokasi yang lebih aman jika kondisi di daerah-daerah tersebut tidak memungkinkan.

Koordinasi dengan aparat keamanan dan saksi pasangan calon tetap dilakukan untuk memastikan hasil rekapitulasi tetap sah dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jika daerah-daerah tersebut memang tidak kondusif, kami akan mempertimbangkan untuk memindahkan proses rekapitulasi ke daerah yang dianggap lebih aman," tegas Afifuddin.

Dengan langkah ini, diharapkan proses Pilkada Serentak 2024 dapat terus berjalan meski dihadapkan dengan tantangan besar di wilayah Papua. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved