Kamis, 12 Maret 2026

Pelajar Gorontalo Baku Pukul

Kepsek Ungkap Kronologi Perkelahian Siswa Kota Gorontalo, Viral di Medsos

Kepala sekolah di Kota Gorontalo, Rosnawati Bilandatu, menjelaskan kronologi perkelahian siswa yang terjadi pada Kamis (5/12/2024).

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kepsek Ungkap Kronologi Perkelahian Siswa Kota Gorontalo, Viral di Medsos
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
Rosnawati Bilandatu, kepala sekolah di Kota Gorontalo menjelaskan kronologi perkelahian antar siswa 

Rosnawati juga menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.

"Kami berharap kesepakatan disiplin yang telah ditetapkan dapat menjadi pedoman bersama. Ini demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif," tutup Rosnawati.

Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, perkelahian kali melibatkan dua siswi berinisial LS, yang berpakaian serba hitam, dan NS, yang mengenakan kerudung putih.

Kejadian berlangsung di dalam ruang kelas, disaksikan oleh siswa lainnya.

Seorang siswa berinisial VI, yang juga teman satu kelompok dengan LS, merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, memicu kemarahan publik.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Ajuan Gugatan Pilkada 2024 di Dua Kabupaten, Sosok Korban Penikaman

Respons Dinas Pendidikan Kota Gorontalo

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengungkapkan bahwa ini adalah kali keempat insiden mencoreng nama baik sekolah tersebut.

Sejumlah siswa sekolah itu juga terlibat dalam beberapa kasus serius, termasuk penganiayaan, pelecehan, dan peredaran obat-obatan terlarang.

Kami menilai ada kelalaian dalam menjaga keamanan sekolah," ujarnya saat diwawancarai oleh TribunGorontalo.com pada Sabtu (7/12/2024).

Sebagai tanggapan, Lukman menginstruksikan kepala sekolah untuk segera mengeluarkan LS dan VI.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus ini, di mana LS merupakan pelaku pemukulan, sementara VI terlibat dengan sengaja merekam dan menyebarluaskan video tersebut.

Tidak hanya itu, LS dan VI diketahui pernah terlibat dalam kasus peredaran obat-obatan terlarang sebelumnya.

"Kami tidak ingin kejadian ini berdampak negatif pada siswa lain dan stabilitas sekolah," tegas Lukman.

 

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved