Sabtu, 14 Maret 2026

Pelajar Gorontalo Baku Pukul

Kepsek Ungkap Kronologi Perkelahian Siswa Kota Gorontalo, Viral di Medsos

Kepala sekolah di Kota Gorontalo, Rosnawati Bilandatu, menjelaskan kronologi perkelahian siswa yang terjadi pada Kamis (5/12/2024).

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kepsek Ungkap Kronologi Perkelahian Siswa Kota Gorontalo, Viral di Medsos
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
Rosnawati Bilandatu, kepala sekolah di Kota Gorontalo menjelaskan kronologi perkelahian antar siswa 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala sekolah di Kota Gorontalo, Rosnawati Bilandatu, menjelaskan kronologi perkelahian siswa yang terjadi pada Kamis (5/12/2024).

Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Rosnawati mengungkapkan, insiden berlangsung saat kegiatan Project Profil Pancasila.

Para siswa termasuk terduga pelaku dan korban, terlibat dalam persiapan dan presentasi hasil kerja mereka di aula sekolah.

"Kronologi kejadian ini bermula ketika pelaku yang mengenakan pakaian serba hitam selesai tampil di panggung dan kembali ke kelas korban, yang sedang bersiap untuk giliran mereka. Saat itu, wali kelas sedang memeriksa kesiapan siswa," jelas Rosnawati, Sabtu (7/12/2024) sore.

Kala itu terduga pelaku yang mengenakan pakaian serba hitam mendatangi kelas korban.

"Saat itu saya tidak berada di sekolah, saya ada kegiatan di luar sekolah," ungkapnya.

Bahkan Rosnawati juga mengatakan pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut setelah orang tua korban melapor ke sekolah pada Jumat (6/12/2024).

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah mengundang orang tua dari siswa yang terlibat perkelahian.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sudah berdamai. 

"Informasi ini juga dikonfirmasi oleh wali kelas dan guru BK yang menyatakan tidak ada laporan dari siswa terkait insiden itu," katanya.

Meski telah ada perdamaian, pihak sekolah tetap menegakkan aturan yang telah disepakati bersama orang tua siswa.

"Kami memiliki tata tertib yang mencakup sanksi ringan, sedang, hingga berat. Untuk pelaku yang melakukan pelanggaran berat, sanksi akan diterapkan sesuai aturan yang berlaku di sekolah," tegasnya.

Terkait penyebaran video perkelahian, Rosnawati menyoroti penggunaan handphone di kalangan siswa.

"HP menjadi kebutuhan saat ujian untuk mengakses soal tetapi kami melihat penggunaannya sering tidak sesuai peruntukan. Kami berharap orang tua dapat lebih terlibat dalam mendukung kedisiplinan siswa di sekolah," imbuhnya.

Rosnawati juga menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.

"Kami berharap kesepakatan disiplin yang telah ditetapkan dapat menjadi pedoman bersama. Ini demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif," tutup Rosnawati.

Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, perkelahian kali melibatkan dua siswi berinisial LS, yang berpakaian serba hitam, dan NS, yang mengenakan kerudung putih.

Kejadian berlangsung di dalam ruang kelas, disaksikan oleh siswa lainnya.

Seorang siswa berinisial VI, yang juga teman satu kelompok dengan LS, merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, memicu kemarahan publik.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Ajuan Gugatan Pilkada 2024 di Dua Kabupaten, Sosok Korban Penikaman

Respons Dinas Pendidikan Kota Gorontalo

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengungkapkan bahwa ini adalah kali keempat insiden mencoreng nama baik sekolah tersebut.

Sejumlah siswa sekolah itu juga terlibat dalam beberapa kasus serius, termasuk penganiayaan, pelecehan, dan peredaran obat-obatan terlarang.

Kami menilai ada kelalaian dalam menjaga keamanan sekolah," ujarnya saat diwawancarai oleh TribunGorontalo.com pada Sabtu (7/12/2024).

Sebagai tanggapan, Lukman menginstruksikan kepala sekolah untuk segera mengeluarkan LS dan VI.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus ini, di mana LS merupakan pelaku pemukulan, sementara VI terlibat dengan sengaja merekam dan menyebarluaskan video tersebut.

Tidak hanya itu, LS dan VI diketahui pernah terlibat dalam kasus peredaran obat-obatan terlarang sebelumnya.

"Kami tidak ingin kejadian ini berdampak negatif pada siswa lain dan stabilitas sekolah," tegas Lukman.

 

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved