Berita Viral
Nelangsa Warga Babakan Sari, Bandung, Air Tak Mengalir Padahal Sudah Bayar PDAM Rp 300 Ribu
Nelangsa warga di desa Babakan Baru, Jawa Barat. Mereka telah membayar uang iuran tepat waktu dengan harga ratusan ribu, namun air tak juga mengalir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/erhywrjethr.jpg)
Warga lain, Noor Margiantini (63) juga kesal karena tetap membayar iuran hingga Rp300.000 per bulan meski air tidak mengalir.
"Bayar Rp300.000 per bulan, tapi enggak ada air. Padahal ini musim hujan. Giliran telat bayar didenda," keluhnya.
"Agustus-September masih ada, seminggu sekali ngocor airnya. Tapi Oktober-November ini sama sekali enggak ada," tambahnya.
Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, meninjau langsung lokasi tersebut.
Ia menyatakan, produksi air bersih belum kembali normal.
"Sejak Juni sampai hari ini, kapasitas produksi tidak normal. Juni sampai September masih kemarau, debit air di situ yang ada di atas tidak cukup."
Baca juga: Kecelakaan Maut, Kereta Api vs Ambulans di Kediri, 1 Orang Tewas di Tempat
"Sekarang sudah musim hujan, tapi belum sebulan. Jadi debit mata air belum meningkat signifikan," katanya.
Sonny memprediksi, debit air baru akan meningkat pada Januari 2025.
Sebagai solusi sementara, Perumda Tirtawening akan mengirim truk tangki air berkapasitas 5.000 hingga 4.000 liter ke lokasi pelanggan.
"Kami angkat tangan kalau harus mengalirkan air dari Instalasi Pengolahan Air Badaksinga lewat pipa."
"Jadi solusi jangka pendeknya, kalau ada lahan, kami akan pasang tangki besar volume 20 kubik."
"Kami alirkan dengan pompa, tapi kami masih menunggu lahan," jelasnya.
Perumda Tirtawening juga memberikan kompensasi berupa pemutihan dan penangguhan biaya abodemen.
"Untuk abodemen, kami sudah bilang, kalau tidak ada air akan kami putihkan. Yang pasti mereka tidak bayar air."
"Tapi untuk abodemen, nanti melalui RT RW akan kami data untuk dibebaskan," tandas Sonny.