HUT Provinsi Gorontalo

Momen HUT ke-24 Provinsi Gorontalo, Warga Minta Harga Pangan Distabilkan dan Jalan Diperbaiki

Selain mengapresiasi kemajuan di sejumlah sektor, mereka juga berharap pemerintah lebih memerhatikan stabilitas harga bahan pokok dan perbaikan infras

Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com
Yulius Palit, salah satu penjual gas di Kota Gorontalo memberikan keluh dan harap dalam HUT ke-24 Provinsi Gorontalo, Kamis (5/12/24). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki usia ke-24 tahun Provinsi Gorontalo, sejumlah warga mengemukakan saran kepada pemerintah, Kamis (05/12/2024). 

Selain mengapresiasi kemajuan di sejumlah sektor, mereka juga berharap pemerintah lebih memerhatikan stabilitas harga bahan pokok dan perbaikan infrastruktur, terutama di daerah pelosok.

Yulius Palit, seorang pedagang gas elpiji asal Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengungkapkan bahwa Gorontalo telah menunjukkan banyak kemajuan selama 24 tahun terakhir.

Meski demikian, ia menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah pelosok seperti Pinogu.

“Gorontalo memang sudah banyak berkembang dalam 24 tahun ini, terutama di kota. Tapi, yang perlu diperhatikan juga adalah daerah-daerah di pelosok, seperti Pinogu. Jalan yang lebih baik, sarana dan prasarana yang memadai itu pasti akan sangat membantu masyarakat di sana,” ungkap Yulius kepada TribunGorontalo.com, Kamis (5/12/2024).

Selain infrastruktur, Yulius juga menyoroti harga bahan pokok yang sering kali naik tanpa pemberitahuan yang jelas.

Sebagai pedagang sekaligus konsumen, ia merasakan dampak dari lonjakan harga yang memengaruhi daya beli masyarakat.

“Banyak kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gas yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat itu sering kali harganya naik tanpa pemberitahuan yang jelas, saya rasa itu berat,” tambahnya.

Senada dengan Yulius, Renaldy Pakaya, pedagang ikan yang merantau dari Sulawesi Tengah, juga mengeluhkan kondisi infrastruktur yang belum memadai, khususnya di jalan-jalan daerah pinggiran.

“Jalan-jalan di Gorontalo banyak yang rusak, apalagi di daerah-daerah pinggiran. Ini bukan hanya masalah kenyamanan, tapi juga berdampak pada usaha kami,” ungkapnya dengan nada serius.

Meski demikian, baik Yulius maupun Renaldy mengakui kemajuan yang telah dicapai Gorontalo dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, infrastruktur, dan pariwisata.

Yulius menyoroti perbaikan jalan di beberapa wilayah seperti Bone Bolango dan Kota Gorontalo yang kini lebih lebar dan mulus.

Sementara Renaldy memuji sektor pariwisata Gorontalo yang mulai terkenal di kalangan wisatawan mancanegara berkat daya tarik hiu paus.

“Di Bone Bolango itu jalan-jalan sudah mulus dan lebar, ditambah dengan ada center point dan tugu jam. Begitu juga dengan jalan di Andalas, sekarang sudah lebar dan mulus. Dulu, jalanan ini cukup sulit dilalui, tapi sekarang sudah jauh lebih baik,” ujar Yulius.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved