Kamis, 5 Maret 2026

Gorontalo Krisis Air

1.523 Warga Puncak Lotu Gorontalo Masih Menderita Kesulitan Air Bersih

Hingga Rabu (4/12/2024), sejumlah rumah masih belum mendapatkan pasokan air bersih yang, meskipun pihak PDAM menyatakan distribusi air mulai berangsur

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 1.523 Warga Puncak Lotu Gorontalo Masih Menderita Kesulitan Air Bersih
FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com
Potret rumah di kawasan Puncak Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Rabu (4/12/24). 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloKrisis air bersih terus dirasakan warga di Puncak Lotu, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Hingga Rabu (4/12/2024), sejumlah rumah masih belum mendapatkan pasokan air bersih yang, meskipun pihak PDAM menyatakan distribusi air mulai berangsur pulih.

Air yang sempat mengalir pada 3 Desember 2024 kembali terhenti sejak pukul 02.00 WITA dini hari.

Kondisi ini membuat aktivitas harian warga terhenti. Martin Musa, salah satu warga Puncak Lotu, mengaku tidak dapat mencuci, mandi, atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya akibat ketiadaan air.

“Kami pikir air sudah stabil karena kemarin sempat mengalir. Tapi, pagi ini mati lagi. Air tampungan juga habis, jadi kami harus menunggu,” keluh Martin.

Meski pada pukul 15.00 WITA air mulai mengalir kembali di beberapa rumah, distribusi ini belum merata.

Rumah Asma Dengo, yang berada di area lebih tinggi, masih belum mendapatkan pasokan air hingga pukul 16.00 WITA.

“Saya terpaksa menghemat air karena belum mengalir sama sekali. Aktivitas seperti mencuci atau mandi jadi tertunda,” ungkap Asma.

Manajer Teknik PDAM Kota Gorontalo, Ahmad Koem, menjelaskan bahwa ketidakmerataan pasokan air ini disebabkan oleh proses distribusi yang bertahap.

“Air kami alirkan secara bergiliran karena jalur distribusi masih dalam tahap normalisasi. Situasinya berbeda dengan listrik yang langsung menyala. Semua rumah akan mendapatkan air secara merata paling lambat besok (5/12/2024),” jelas Ahmad.

Krisis air bersih ini sudah berlangsung sejak 27 November 2024, dipicu oleh kerusakan jaringan pipa distribusi akibat banjir dan cuaca ekstrem.

Kerusakan tersebut berdampak pada 466 kepala keluarga, atau sekitar 1.523 jiwa di Kelurahan Talumolo.

Warga berharap PDAM Kota Gorontalo dapat mempercepat perbaikan jaringan pipa dan memastikan pasokan air bersih kembali normal secepatnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved