Senin, 9 Maret 2026

Gorontalo Krisis Air

Warga Talumolo Gorontalo Krisis Air Bersih, PDAM Sebut Gara-gara Pipa Diterjang Banjir

Hal ini dijelaskan oleh Manajer Teknik PDAM Kota Gorontalo, Ahmad Koem kepada TribunGorontalo.com saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Talumolo Gorontalo Krisis Air Bersih, PDAM Sebut Gara-gara Pipa Diterjang Banjir
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
Perbaikan pipa PDAM Gorontalo oleh petugas, Senin (02/12/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Krisis air bersih yang melanda Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, disebabkan oleh rusaknya jaringan pipa distribusi akibat cuaca ekstrem dan banjir yang melanda wilayah tersebut.

Hal ini dijelaskan oleh Manajer Teknik PDAM Kota Gorontalo, Ahmad Koem kepada TribunGorontalo.com saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).

Ia menyebutkan bahwa kerusakan pipa menjadi kendala utama dalam menyalurkan air bersih ke daerah terdampak.

“Kerusakan ini terjadi karena pipa kami melintasi pinggiran sungai yang sering terkikis saat permukaan air sungai naik. Pipa di Kelurahan Botu yang menjadi jalur utama ke Talumolo sering putus akibat gerusan air, dan perbaikannya membutuhkan waktu,” ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya telah memperbaiki jaringan pipa yang rusak dan kini aliran air sudah mulai kembali normal.

Manajer Teknik PDAM Kota Gorontalo, Ahmad Koem saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (02/12/2024)
Manajer Teknik PDAM Kota Gorontalo, Ahmad Koem saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (02/12/2024)

Namun, pipa tersebut tetap rawan rusak jika banjir kembali terjadi. PDAM memiliki rencana untuk merelokasi pipa ke lokasi yang lebih aman, tetapi prosesnya terkendala pembebasan lahan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan masyarakat untuk relokasi pipa, tetapi warga meminta pembangunan tanggul terlebih dahulu sebelum lahan mereka digunakan. Ini menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak terkait,” jelasnya.

Selain itu, PDAM juga menghadapi kendala teknis lainnya, seperti pompa cadangan yang rusak. Saat ini, perbaikan dan pemasangan pompa baru sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi air.

Lebih lanjut Ahmad juga menyebutkan bahwa selama proses perbaikan, PDAM berupaya mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah Talumolo dan daerah terdampak lainnya.

“Kami memiliki dua armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, yang beroperasi secara bergilir ke beberapa lokasi, termasuk Talumolo, Leato Utara, Leato Selatan, Tanjung Keramat, dan Lekobalo. Meskipun terbatas, kami terus berupaya melayani warga setiap hari,” katanya.

Menurut Ahmad, krisis ini semakin diperparah oleh tingginya sedimen dan sampah di Sungai Bone, yang menjadi sumber air baku PDAM. Sedimentasi ini memengaruhi proses pengolahan air dan menghambat distribusi.

Walaupun begitu PDAM berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan secepat mungkin dan terus mencari solusi jangka panjang untuk mencegah krisis air serupa di masa mendatang.

“Kami mohon pengertian dari masyarakat dan berharap kerja sama semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh,” tutup Ahmad. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved