Berita Internasional
Profil Kash Patel, Direktur FBI AS Pilihan Donald Trump
Kashyap alias Kash Patel (44) menjadi calon Direktur FBI Amerika Serikat. Ia dipilih langsung oleh presiden terpilih AS, Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kash-Patel-ditunjuk-Donald-Trump.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kashyap alias Kash Patel (44) menjadi calon Direktur FBI Amerika Serikat.
Ia dipilih langsung oleh presiden terpilih AS, Donald Trump.
Mengutip Kompas.com, Kash Patel bakal menggantikan posisi Christopher Wray.
Penunjukan Kash Patel diungkapkan Donald Trump melalui tulisannya di Truth Social pada Sabtu (30/11/2024).
“Saya dengan bangga mengumumkan Kashyap 'Kash' Patel akan menjabat sebagai Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) berikutnya.
Kash adalah seorang pengacara, penyelidik, dan pejuang 'America First' yang brilian yang telah menghabiskan karirnya untuk membongkar korupsi, membela Keadilan, dan melindungi Rakyat Amerika,” tulis Trump.
“Kash akan bekerja di bawah Jaksa Agung kita yang hebat, Pam Bondi, untuk mengembalikan Kesetiaan, Keberanian, dan Integritas kepada FBI,” tambah Trump, dikutip dari Fox News.
Lantas, siapa Kash Patel?
Mantan Kepala Staf Menteri Pertahanan Amerika Serikat Kash Patel berbicara dalam rapat umum kampanye Turning Point Action 'Bersatu untuk Perubahan' untuk mantan Presiden AS dan kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump di Las Vegas, Nevada, pada 24 Oktober 2024. Presiden terpilih AS Donald Trump menunjuk Kash Patel sebagai direktur FBI pada 30 November 2024. (AFP/PATRICK T. FALLON)
Patel telah mendapatkan reputasi sebagai loyalis utama Trump yang menyerukan pembersihan terhadap musuh-musuh yang dianggap ada di FBI, Departemen Kehakiman, dan badan-badan intelijen.
Patel juga pernah menyebarkan kebohongan bahwa Pilpres AS 2020 telah “dicuri” dari Trump, serta teori konspirasi tak berdasar bahwa birokrat federal di “deep state” mencoba menggulingkan mantan presiden tersebut.
Patel, tanpa mengutip bukti spesifik apa pun, pun pernah menyerukan untuk mengganti pegawai negeri yang “anti-demokrasi” dalam penegakan hukum dan intelijen dengan “patriot” yang menurutnya akan bekerja untuk rakyat Amerika.
Dalam memoarnya, “Government Gangsters”. ia menggambarkan momen politik saat ini sebagai “pertempuran antara rakyat dan kelas penguasa yang korup”.
“Deep State adalah komplotan tiran yang tidak terpilih yang berpikir bahwa mereka harus menentukan siapa yang bisa dan tidak bisa dipilih oleh rakyat Amerika sebagai presiden,” tulis Patel.
"Mereka merasa bahwa mereka berhak memutuskan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh presiden, dan yang percaya bahwa mereka memiliki hak untuk memilih apa yang dapat dan tidak dapat diketahui oleh warga Amerika," tambahnya.
Sebagaimana dilansir NBC News, mantan pejabat FBI, anggota parlemen dari Partai Demokrat, dan pejabat Barat khawatir bahwa loyalis garis keras Trump seperti Kash Patel dapat membentuk kembali susunan dan misi lembaga penegak hukum federal paling kuat di negara itu.
Pencalonan Patel oleh Trump juga melanggar norma pasca Watergate bahwa Direktur FBI harus menjalani masa jabatan selama sepuluh tahun.
Tujuan dari praktik ini adalah untuk memastikan bahwa FBI dipandang sebagai lembaga yang tidak berpihak dan tidak melayani kepentingan politik presiden.
Direktur FBI saat ini, Christopher Wray, dijadwalkan akan menyelesaikan masa jabatan sepuluh tahunnya pada 2027.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Donald Trump Tunjuk Kash Patel sebagai Direktur FBI, Siapa Dia?