Minggu, 8 Maret 2026

Berita Viral

Miris! 3 Kaka Kelas Aniaya Siswa SD hingga Meninggal Dunia, Sanksi hanya Dipindahkan

Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menonaktifkan kepala sekolah tempat ARO (9) bersekolah buntut perundungan yang dialami siswa itu hingga tewas

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Miris! 3 Kaka Kelas Aniaya Siswa SD hingga Meninggal Dunia, Sanksi hanya Dipindahkan
Tangkap Layar
Kondisi Korban Albi Ruffi Ozara saat menjalani perawatan di ruang ICU (Dok Humas Pemkab Subang.) 

TRIBUNGORONTALO.COM-Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menonaktifkan kepala sekolah tempat ARO (9) bersekolah buntut perundungan yang dialami siswa itu hingga meninggal.

Pj Bupati Subang, Imran menyebut, sejak awal Pemkab Subang berkomitmen jika bullying terjadi, maka kepala sekolah akan dipecat atau anak pelaku pindah dari Kabupaten Subang.

Tiga kakak kelas yang aniaya Albi Ruffi Ozara (9), siswa kelas 3 SD Jayamukti Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hingga meninggal dunia terancam pindah dari Kabupaten Subang.

Diketahui, Albi Ruffi Ozara (9), murid kelas 3 SD Jayamukti Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, meninggal dunia usai dianiaya tiga kakak kelasnya.

Siswa SD tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan tiga hari di ruang ICU anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang, Jawa Barat, sekitar pukul 16.10 WIB, Senin (25/11/2024).

Adapun ketiga kakak kelasnya, yakni berinisial M, D, dan O.

Baca juga: Sempat Viral, Polsek Kelapa Gading Dituding Tutup Layanan Pelaporan Warga

Baca juga: Ogah Diberi Uang saat Dipalak, Siswa SD di Subang Mengaku Dianiaya Tiga Kakak Kelasnya

Akibat insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menonaktifkan kepala sekolah tempat ARO (9) bersekolah buntut perundungan yang dialami siswa itu hingga meninggal. 

Pj Bupati Subang, Imran menyebut, sejak awal Pemkab Subang berkomitmen jika bullying terjadi, maka kepala sekolah akan dipecat atau anak pelaku pindah dari Kabupaten Subang. 

"Dan hari ini saya buktikan kepala sekolah itu saya nonaktifkan sampai selesai pemberkasan pemeriksaan," kata Imran usai mendatangi RSUD Ciereng Subang, Senin (25/11/2024) malam.

Imran menegaskan, tidak boleh lagi ada perilaku perundungan di sekolah. Pihaknya akan langsung melakukan upacara di sekolah tempat ARO bersekolah di Blanakan, Subang. 

"Saya akan undang orangtua dan seluruh kepala sekolah di Subang untuk hadir di sana, untuk melihat ini, jangan sampai terulang lagi," kata Imran. Imran pun meminta kepolisian menindak tegas kasus perundungan yang menimpa ARO. Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi dan advokasi anti perundungan. 

"Tapi ini tetap terjadi berarti ini sekarang harus ada penegakkan hukum," beber Imran.

Siswi SD Meninggal Dunia

Sebelumnya, siswa Sekolah Dasar (SD) Jayamukti di Kecamatan Blanakan, Subang, yang menjadi korban penganiayaan atau bullying oleh kakak kelasnya menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di ICU selama 3 hari, Senin (25/11/2024).

Korban bernama Albi Ruffi Ozara (9) ini meninggal dunia di ruang ICU anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang, Jawa Barat, sekitar pukul 16.10 WIB.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved