Selasa, 10 Maret 2026

Berita Gorontalo

Sosok AKP Agung Darmawan, Dokter Spesialis Mata yang Kini Menjabat Kepala RS Bhayangkara Gorontalo

Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi kunci penting untuk menjalani tanggung jawab sebagai anggota polisi sekaligus tenaga kesehatan.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok AKP Agung Darmawan, Dokter Spesialis Mata yang Kini Menjabat Kepala RS Bhayangkara Gorontalo
TribunGorontalo.com
AKP Dr. Agung Darmawan, Sp.M, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – AKP Agung Darmawan, seorang dokter spesialis mata, kini menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Gorontalo.

Agung merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, angkatan 2006.

"Jadi saya masuk tahun 2006 dan lulus tahun 2012," ujar Agung saat berbincang dalam podcast di Studio TribunGorontalo.com bersama jurnalis TribunGorontalo.com, Rabu (20/11/2024).

Setelah lulus, ia menjalani program pengabdian intensif selama satu tahun. Pada tahun 2013, Agung mencoba peruntungan di Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).

"Saya menempuh pendidikan di Sukabumi selama enam sampai tujuh bulan," katanya.

Setelah dilantik dengan pangkat IPDA, Agung langsung ditugaskan sebagai Kepala Poliklinik Bid Dokes Polda Gorontalo.

Ia menyebut kenaikan pangkat dari IPDA ke IPTU berlangsung cukup cepat, mengingat statusnya sebagai dokter umum.

"Penempatan pertama saya memang di Gorontalo," tambahnya.

Selama berkarier, pria kelahiran Palembang, 22 Juli 1988 ini, telah melalui berbagai pengalaman, termasuk tugas di Sat Brimob Polda Gorontalo selama beberapa tahun.

Ia juga mendapatkan penugasan ke luar negeri sebagai bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sudan, Afrika, selama satu tahun.

"Saat masih di Brimob, saya dapat penugasan PBB untuk misi perdamaian di Sudan selama satu tahun," ungkapnya.

Sekembalinya ke Indonesia, Agung kembali bertugas di Brimob sebelum akhirnya dipindahkan ke Polresta Gorontalo Kota sebagai perwira urusan kesehatan.

Ia juga sempat menjalankan dua penugasan penting di Papua.

Penugasan pertama adalah penanganan kasus luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat, Papua.
"

Hanya beberapa bulan, saya kembali ke Gorontalo. Tidak lama kemudian dapat penugasan sebagai Tim Tidak Satgas KKB di Timika," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved