Jumat, 6 Maret 2026

Human Interest Story

Hujan Jadi Momok Bagi Penambang Pasir di Bulango Utara Gorontalo, Aktivitas Lumpuh Total

Bukan sekadar basah kuyup, hujan menjadi momok yang mengancam keselamatan.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hujan Jadi Momok Bagi Penambang Pasir di Bulango Utara Gorontalo, Aktivitas Lumpuh Total
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Penambang pasir di Kecamatan Bulango Utara Bone Bolango, Gorontalo, Senin (18/11/2024). 

Dengan peralatan seadanya, mereka mampu mengumpulkan pasir yang cukup untuk memuat lima hingga enam truk dump setiap hari.

Namun, hujan deras selama lebih dari satu jam membuat seluruh aktivitas terhenti.

Dua kelompok besar penambang, yang bekerja di bawah jembatan warna-warni dan di arah Desa Kopi, memilih menghentikan operasi.

Sungai yang menjadi sumber penghidupan mereka justru berubah menjadi ancaman saat hujan turun.

“Di sini, hujan lebat pasti membuat kami waspada. Selain banjir, petir juga sering menyambar. Rasanya terlalu berisiko jika memaksa terus bekerja,” ungkap Sion.

Pasir dari aliran sungai ini menjadi salah satu komoditas penting bagi banyak pelanggan, mulai dari sopir truk hingga kontraktor.

Para penambang mematok harga Rp 350 ribu per ret untuk mobil besar dan Rp 100 ribu per ret untuk mobil kecil.

Namun, saat hujan turun, transaksi ikut lumpuh.

Sopir truk yang biasanya memesan melalui telepon kini tak bisa berharap banyak.

Para penambang hanya bisa menunggu hujan reda sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.

“Kami biasa menyesuaikan pesanan pelanggan, ada yang minta pasir halus, ada yang kasar. Tapi kalau sudah hujan begini, semua pekerjaan harus berhenti dulu,” kata seorang penambang lainnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved