Berita Viral
Pulang Sekolah Tinggal Nyawa, Bocah 7 Tahun ini Jadi Korban Penganiayaan
Nasib malang terjadi pada bocah yang baru berusia 7 tahun. Dirinya yang belum akil baligh ini harus menjadi korban penganiayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/csjbdvksjv-mc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Nasib malang terjadi pada bocah yang baru berusia 7 tahun.
Dirinya yang belum akil baligh ini harus menjadi korban penganiayaan.
Bocah ini dianiaya hingga tewas selepas dirinya pulang sekolah.
Nasib tragis menimpa seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah MI bernama DCN (7) di Banyuwangi, Jawa Timur.
Ia ditemukan tewas saat pulang sekolah dan jasadnya ditemukan tergeletak di kebun.
Baca juga: Frustasi Hukuman Ditambah, Ammar Zoni Tetap Jalani Kegiatan Pengurus Masjid di Penjara
Warga Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ini diduga tewas dianiaya dan jadi korban kekerasan seksual.
Demikian yang diungkapkan Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata.
Yaman menceritakan, sebelum ditemukan, orang tua korban curiga karena bocah 7 tahun tersebut tak kunjung pulang setelah lewat jam sekolah, Rabu (13/11/2024) kemarin.
Orang tua korban pun menghubungi guru sekolah.
Namun demikian, guru sekolah mengaku bahwa korban telah meninggalkan sekolah sejak jam pembelajaran berakhir.
Orang tua korban yang mulai curiga akhirnya melakukan pencarian keberadaan korban.
Baca juga: Viral, Agus Korban Penyiraman Air keras Bisa Lihat Lagi Meski Burem, Penyebabnya Terkuak
"Setelah itu, orang tua dan guru mencari keberadaan korban bersama-sama," kata Yaman, dikutip dari Surya.co.id.
Hingga akhirnya, korban ditemukan di area kebun yang jaraknya 200 meter dari rumahnya.
Korban ditemukan dalam kondisi kepala yang berdarah.
"Korban langsung dibawa ke klinik usai ditemukan," katanya.