Kosmetik Ilegal Kota Gorontalo
Novita Nur Rahmadi Remaja Gorontalo Ungkap Alasan Mengapa Wanita Harus Jauhi Kosmetik Ilegal
Maraknya penemuan kosmetik ilegal di Gorontalo menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan perempuan.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Novita-Nur-Rahmadi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Maraknya penemuan kosmetik ilegal di Gorontalo menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan perempuan.
Wanita merupakan sasaran utama para produsen produk kecantikan.
Tawaran harga murah dan hasil instan menjadi daya tarik ampuh oknum tak bertanggung jawab.
Beberapa waktu lalu, Polresta Gorontalo Kota baru saja meringkus dua wanita pengedar kosmetik ilegal.
Kosmetik tanpa izin edar itu ditemukan mengandung bahan kimia merkuri.
Merkuri merupakan logam berat beracun yang bisa merusak sel kulit manusia.
Sehingga kosmetik mengandung merkuri kini telah dilarang di Indonesia.
Novita Nur Rahmadi, remaja Gorontalo, membagikan tips kesehatan berkaitan produk kecantikan.
Konsumen skincare ini mengaku sudah beberapa kali mengikuti pelatihan terkait pemilihan kosmetik yang tidak berbahaya.
Ia menjelaskan, penggunaan kosmetik mengandung merkuri bisa menimbulkan iritasi kulit hingga risiko kanker kulit.
“Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri itu sangat berisiko. Apalagi bahan kimia yang digunakan itu pasti tanpa takaran atau standar yang jelas,” ungkap Novita kepada TribunGorontalo.com, Kamis (13/11/24).
Lebih lanjut, Novita menyebut orang-orang seringkali tergiur hasil cepat dalam memutihkan atau mempercantik kulit. Namun mereka mengabaikan efek negatif jangka panjang.
Kerusakan jaringan kulit, pigmentasi permanen, bahkan risiko kanker kulit menghantui para pengguna kosmetik ilegal.
Untuk itu, Novita menekankan pentingnya kesadaran konsumen untuk memilih produk kosmetik yang aman dan memiliki izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Ia menyarankan kaum wanita lebih peduli terhadap kandungan bahan pada produk ketimbang tergiur produk murah dengan hasil instan.