Erupsi Gunung Lewotobi

Nasib Ribuan Wisatawan di Pulau Komodo Pasca Erupsi Gunung Lewotobi

Penutupan ini membuat ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, tertahan di Labuan Bajo dan terpaksa mencari alternatif lain untuk

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Kompas.com/Nansianus Taris
Wisatawan nusantara dan mancanegara antre di terminal Pelabuhan Labuan Bajo, Rabu (13/11/2024) malam. 

Bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan Labuan Bajo, kejadian ini tentu memberikan pengalaman yang tidak terlupakan.

Sebelumnya diketahui Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, dikabarkan 9 orang tewas dalam kejadian ini.

Gunung yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada Minggu malam (3/11/2024) sekira pukul 23.50 WITA.

Sebelumnya, posisi gunung ini juga sudah dalam status siaga level IV (awas).

Gunung Lewotobi Laki-laki ini meletus di awali dengan suara dentuman hingga menyebabkan kaca rumah pecah.

Suara dentuman tersebut diiringi dengan cahaya merah di atas gunung serta melontarkan batu dan kerikil.

Sementara itu, korban tewas sebagian besar adalah warga Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat erupsi.

Tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Polsek Wulanggitang, Polres Flores Timur, Tagana, dan BPBD Flores Timur berhasil menemukan enam jenazah yang terjebak dalam tumpukan tanah.

Keenam jenazah tersebut saat ini disemayamkan di teras depan rumah tetangga.

Satu orang anggota keluarga lainnya masih dalam proses evakuasi. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved