Berita Viral
Hanya Karena Tak Bawa Kamus Bahasa Inggris, Siswa SMP Ini Dikeluarkan dari Kelas Oleh Guru
Seorang siswa SMP ini dikeluarkan guru dari kelasnya karena sang siswa tidak membawa kamus Bahasa Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfhntyujryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang siswa SMP ini dikeluarkan guru dari kelasnya.
Hal itu dikarenakan sang siswa tidak membawa kamus Bahasa Inggris seperti yang diperintahkan gurunya.
Akhirnya guru tersebut menjadi viral di media sosial setelah mengeluarkan siswanya dari kelas.
Peristiwa ini terjadi di Prabumulih, Sumatera Selatan.
Siswi tersebut merupakan pelajar SMPN 7 Prabumulih.
Baca juga: Ramdan, Siswa SMP yang Viral Disebut Mirip Wapres Gibran Rakabuming, Ternyata Anak Racing
Atas kejadian ini, kepala sekolah pun buka suara dan memberikan penjelasan.
Diketahui dalam video yang beredar, seorang pria minta Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih agar menindak oknum guru dan Kepala Sekolah SMPN 7 Prabumulih.
"Ada siswi yang melapor bahwa pada saat jam belajar dikeluarkan karena tidak memiliki buku bahasa Inggris," ungkap pria dalam video beredar yang memperlihatkan siswi tersebut.
"Tolong ditindaklanjuti bapak kepala dinas, bapak walikota oknum guru yang tidak ada perikemanusiaan itu."
Baca juga: Viral! Gegara Ganti Nama Anaknya di Akta Sama dengan Bosnya, Istri Gugat Cerai Suami
Dalam video itu dijelaskan pula oknum guru tersebut meminta siswa lain agar menyoraki siswi yang dikeluarkan.
"Oknum guru itu juga menyuruh murid lain menyoraki adinda ini, tolong ditindak lanjuti pak," sebut pria itu.
Warganet pun ramai mengomentari video tersebut karena merasa empati, serta memberikan semangat.
Warganet menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.
"Semangat ya dek, jangan sedih, semangat belajarnya biar jadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa," komentar warganet.
Baca juga: Viral! Sambil Senyam-Senyum, Pengendara Motor Ini Perlihatkan Alat k4laminnya Ke Perempuan
"Tapi klo ini ujungnya pemaksaan pembelian buku pelajaran/LKS itu guru nya lebih baik dipecat. Sekolah tidak seharusnya memperjualbelikan buku mapel. Guru sudah wajib membuat modul ajar. Terus buku sebenarnya sudah gak penting karena semua sut ada di google. Dan modul ajar," tulis warganet lainnya.