Rabu, 11 Maret 2026

Berita Viral

Hanya Karena Tak Bawa Kamus Bahasa Inggris, Siswa SMP Ini Dikeluarkan dari Kelas Oleh Guru

Seorang siswa SMP ini dikeluarkan guru dari kelasnya karena sang siswa tidak membawa kamus Bahasa Inggris.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Hanya Karena Tak Bawa Kamus Bahasa Inggris, Siswa SMP Ini Dikeluarkan dari Kelas Oleh Guru
via Tribun Bengkulu
Siswi SMP dikeluarkan dari kelas karena tak bawa kamus. 

"Anjrit kaya gue dulu smp di keluarin dari kelas karna gak punya buku mata pelajaran bahasa daerah pinjam juga gak boleh ketahuan pinjem di keluarin kelas pokok nya wajib beli," ujar warganet lainnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 7 Prabumulih, Budi Santoso mengatakan, sebenarnya siswi tersebut tidak dikeluarkan dari kelas.

Menurutnya, para siswa yang tidak membawa kamus hanya diminta duduk di depan kelas menghadap murid lainnya.

Baca juga: Siapa Nazmi Jambul? Sosok TikToker Viral Gara-gara Pamer Kelamin

"Kita sudah konfirmasi ke guru bersangkutan, komitmen awal guru dan murid agar seluruh siswa membawa kamus setiap mata pelajaran Bahasa Inggris, namun siswa tersebut tidak membawa kamus," katanya, dikutip Tribun Bengkulu dari Tribun Video Sabtu (9/11/2024).

"Jadi seluruh siswa yang tidak membawa kamus, belajarnya duduk di depan kelas, bukan di keluarkan dari dalam kelas."

Santoso juga mengaku telah dipanggil Pj Wali kota, Pj Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi video viral tersebut.

Sebelumnya, seorang guru olahraga menampar siswa kelas 1.

Oknum guru itu sudah minta maaf namun tetap tak diterima oleh pihak keluarga korban.

Ia pun dilaporkan oleh orangtua siswa ke polisi.

Baca juga: Suami Tikam Istri saat Karaoke dan Siaran Langsung di Media Sosial, Video Kejadian Viral

Atas kejadian ini, pihak kepala sekolah akhirnya buka suara.

Kepala Sekolah SDN Cipakat, Aam Amelia mengungkapkan, oknum guru olahraga telah meminta maaf kepada keluarga korban sebanyak tiga kali.

Kejadian ini pertama kali diketahui ketika orangtua korban datang ke sekolah untuk meminta klarifikasi.

"Saat itu, kami langsung menemui mereka bersama Pak Eman (oknum guru tersebut)," ujar Aam saat dikonfirmasi oleh wartawan Tribun Priangan, Jumat (8/11/2024), dikutip dari Tribun Jabar.

Setelah kejadian, pihak sekolah mempertemukan guru terkait dengan orangtua siswa untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.

“Pak Eman mengakui di depan saya dan wali kelas 1 bahwa tindakannya khilaf," jelas Aam.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved