Kamis, 5 Maret 2026

Investasi Bodong Batudaa

Cindi Usman Istri Polisi di Gorontalo Rupanya Diawasi Ketat Polda Pasca Tipu Warga Batudaa

Ia menerangkan kasus tersebut masih terus berlanjut, dan apabila terbukti melanggar hukum maka pihak kepolisian akan menindak tegas sesuai aturan yang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cindi Usman Istri Polisi di Gorontalo Rupanya Diawasi Ketat Polda Pasca Tipu Warga Batudaa
TribunGorontalo.com
Kaur Penum Polda Gorontalo, Kompol Heny Rahayu. 

Sebagai informasi, Cindi Usman menjalankan bisnis investasi bodong berkedok arisan di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. 

Bahkan aksinya sudah dikenal di wilayah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.

Diketahui Cindi merupakan istri dari anggota polisi yang bertugas di Gorontalo.

Ia sempat jadi sasaran kemarahan para korban investasi di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Sejumlah warga mendatangi rumah Cindi di Desa Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Namun Cindi saat ini berada di luar daerah.

Diwawancari secara terpisah, Yulin Yunus salah satu korban dari Desa Payunga saat dikonfirmasi melalui via telepon, Kamis (7/11/2024) mengaku mereka dijanjikan investasi hingga mereka mengalami kerugian puluhan juta.

Kata ia kejadian ini telah dilakukan oleh oknum terduga pelaku sejak 2023 dan kembali dilakukan pada Agustus 2024.

"Kami ditelepon untuk berinvestasi lagi kepadanya, ia ini juga bilang tidak akan berdusta seperti kemarin. Jadi kami percaya lagi," ungkapnya.

Yulin juga membeberkan ia sudah kali ketiga ditipu oleh oknum Bhayangkari tersebut. 

Ia saat ini mengalami  kerugian dengan total keseluruhan kurang lebih Rp250 juta.

Dirinya menceritakan awalnya ia diiming-imingi dengan melakukan investasi dengan jumlah nominal uang  maka uang tersebut akan ditambah  25-30 persen dari  yang ia setorkan.

Ia juga menjanjikan bila mana dalam sehari mendapat nominal uang Rp20 juta maka akan mendapatkan hadiah handphone (Hp) iPhone.

Atas aksinya itu pada Agustus kemarin telah menipu sebanyak lima orang korban  mengalami kerugian Rp79juta.

"Saya pertama berinvestasi Rp11 juta kemudian cair Rp14.500 kemudian saya melakukan investasi lagi Rp20 juta itu sudah tidak dapat lagi," terangnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved