Siswa Meninggal di Sungai Boalemo
Maksud Selamatkan Teman, Bocah di Boalemo Gorontalo Malah Hanyut di Sungai dan Tewas
Terungkap dari teknologi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, rupanya sang bocah tenggelam awalnya karena ingin menyelamatkan kawannya.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polsek-Tilamuta-mengevakuasi-jasad-korban-tenggelam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Nahas nasib yang dialami Bintang Abidzar Ali, bocah 13 tahun di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, yang tewas di sungai siang tadi.
Bintang dinyatakan tewas tenggelam di sungai yang melintasi Desa Mohungo, Kecamtan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Terungkap dari teknologi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, rupanya sang bocah tenggelam awalnya karena ingin menyelamatkan kawannya.
Menurut Kapolsek Tilamuta, Iptu Dolvy Supratno menjelaskan, bahwa korban sebelum tewas tenggelam, datang ke sungai tersebut bersama enam kawannya.
Mereka memang hendak berenang, bermain meski waktu jam pelajaran belum selesai.
Kata kapolsek, ketujuh siswa termasuk siswa ini, memang bolo sekolah. Mereka keluar sekolah kendati masih jam pelajaran.
"Ternyata tujuh siswa ini termasuk korban keluar dari pagar, tanpa sepengetahuan pihak sekolah dengan memanjat pagar," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (8/11/2024).
Sekira pukul 08.30 Wita, bintang bersama 6 rekan lainnya berencana mandi di sungai yang berada di Dusun 2 Desa Mohungo.
Bintang lantas mengajak dua temannya untuk keluar sekolah. Mereka pergi membeli nasi.
"Niat mereka tertunda karena korban langsung mengajak ke sungai," ujar Kapolsek.
Pada saat itu, tiga siswa lain yang berada di pagar sekolah turut diajak.
Mereka berjalan melewati Lapangan Mekar Modelomo, lalu melintas ke jalan Desa Modelomo menuju pasar tradisional Tilamuta.
Setelah melewati simpang empat Desa Hungayonaa, mereka pun tiba di tempat tujuan.
"Sesampainya di sungai, teman korban (F) membuka baju dan terlebih dahulu berenang di sungai tersebut. Setelahnya teman-temannya ikut bercebur di sungai, termasuk korban," ungkap Iptu Dolvy.
Tak lama berselang, siswa berinisial A tenggelam. Mendengar temannya itu, korban berusaha menyelamatkan A.
Rupanya A terbawa arus ke kedalaman lima meter.
Namun saat diselamatkan, si A yang mulai kekurangan oksigen itu memeluk korban.
Karena postur tubuh korban lebih kecil dari A, korban akhirnya tenggelam ke dasar sungai.
Saat A muncul ke permukaan, siswa berinisial F langsung membawanya ke tepi sungai.
Setelahnya, F mencari korban namun saat itu korban sudah tidak terlihat lagi.
Melihat rekannya tenggelam, enam siswa itu berteriak meminta tolong.
Pada saat itu, tiga santri mendengar teriakan dari teman-teman korban.
Saat tiba di TKP, para santri itu erusaha mencari korban ke dasar sungai tapi tak kunjung ditemukan.
Warga setempat, Darwin Tooli, juga turut mendengar teriakan para siswa.
Saat itu, Darwin tengah mencuci gerobaknya.
"Mendengar dan melihat kejadian tersebut, dia mencoba untuk menolong. Melihat kondisi sungai yang dalam, ia langsung memanggil Zainudin Lasibu di rumah untuk membantu menyelamatkan korban," terang Iptu Dolvy.
Beberapa saat kemudian, Zainudin menceburkan diri ke sungai. Ia menemukan korban di dasar sungai.
Zainudin lantas meminta bantuan tiga santri untuk menarik tubuh korban.
Namun setelah dinaikkan ke daratan, mulut korban sudah mengeluarkan busa.
Sementara itu, Kepala Dusun 2 Desa Mohungo, tiba di TKP dan langsung memberikan pertolongan pertama.
Ia berusaha sekuat tenaga memompa dada korban untuk mengeluarkan air dari paru-paru.
"Namun korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi dengan kondisi sudah mengeluarkan busa di mulut dan mengeluarkan darah dari hidungnya," tutur Kapolsek Tilamuta.
Kadus itu pun langsung menelpon pihak kepolisian.
Saat ini jenazah korban berada di RSTN Kabupaten Boalemo.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.