Polres Gorontalo
Polres Gorontalo Sediakan Lahan 3 Hektar di Limboto untuk Warga, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Gorontalo, Dinas Pertanian, serta UPTD Balai Teknologi dan Mekanisasi Pertanian Kabupaten Goron
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pembajakan-lahan-seluas-tiga-hektar-guna-dukung-program-ketahanan-pangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Limboto, Kabupaten Gorontalo kini dapat memanfaatkan lahan seluas tiga hektar yang disiapkan oleh Polres Gorontalo untuk membantu mendukung program ketahanan pangan nasional.
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Gorontalo, Dinas Pertanian, serta UPTD Balai Teknologi dan Mekanisasi Pertanian Kabupaten Gorontalo, sejalan dengan program ASTA CITA yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Lahan yang berlokasi di Kelurahan Bolihuangga ini saat ini sedang dalam tahap pembajakan menggunakan dua unit traktor dan akan segera siap untuk penanaman bibit jagung.
Kapolres Gorontalo, AKBP Deddy Herman, melalui Kabag SDM AKP Abdul Rahman menyampaikan bahwa lahan tersebut disediakan untuk mendukung upaya pemerintah menyediakan perkebunan produktif bagi warga.
“Lahan perkebunan ini kurang lebih tiga hektar, dan saat ini dalam tahap awal pengolahan lahan dengan menggunakan traktor,” kata Abdul Rahman, Rabu (6/11/2024).
Jagung dipilih sebagai komoditas utama di lahan tersebut, mengingat peran pentingnya dalam perekonomian nasional dan potensinya sebagai sumber pangan yang mendukung ketahanan pangan lokal maupun nasional.
“Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang strategis, penting untuk ekonomi nasional, serta berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Program ini juga didorong oleh arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dalam pidato pertamanya menekankan pentingnya Indonesia mencapai swasembada pangan dan energi secepat mungkin.
Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah langkah penting dalam menghadapi krisis global yang semakin kompleks.
"Saya mencanangkan Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo, menggarisbawahi ambisinya untuk menjadikan Indonesia mandiri dalam produksi pangan nasional.
Ia optimis bahwa dalam empat hingga lima tahun ke depan, Indonesia tidak hanya akan mandiri, tetapi juga siap menjadi lumbung pangan dunia.(*)