KPU Kabupaten Gorontalo
KPU Kabupaten Gorontalo Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada
Simulasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan teknis dan pemahaman publik tentang alur pemungutan suara di Tempat Pemung
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simulasi-pengumutan-dan-perhitungan-suara-Gubernur-dan-Wakil-Gubernur.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam persiapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di halaman Kantor KPU, Rabu (6/11/2024).
Simulasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan teknis dan pemahaman publik tentang alur pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pantauan TribunGorontalo.com, simulasi dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WITA untuk tahap pemungutan suara. Selanjutnya, penghitungan suara dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga selesai.
Pada Pilkada ini, warga akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati, yang masing-masing tahapan pemilihannya dilakukan secara terperinci.
Anggota KPU Kabupaten Gorontalo, Hadijah Hamsah, menyatakan bahwa simulasi ini adalah tindak lanjut dari instruksi KPU RI yang sudah dilaksanakan secara bertahap di tingkat pusat dan provinsi.
“Simulasi ini sudah dilaksanakan secara berjenjang oleh KPU RI dan beberapa waktu lalu juga dilakukan di KPU Provinsi Gorontalo,” ungkap Hadijah dalam wawancara.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya untuk uji coba teknis, tetapi juga sebagai sosialisasi agar masyarakat memahami alur dan kondisi di TPS saat Pilkada nanti.
Perbedaan Pilkada 2024: Penempatan Saksi hingga Alur TPS
Hadijah menyoroti beberapa perbedaan penting pada pelaksanaan Pilkada 2024 dibandingkan dengan Pemilu 14 Februari lalu.
Salah satunya adalah pengaturan posisi saksi dan Pengawas TPS (PTPS) yang sedikit berbeda, serta penataan pintu masuk dan keluar di TPS.
“Beberapa hal akan berbeda pada Pilkada 27 November nanti, mulai dari penempatan tempat duduk saksi, PTPS, hingga alur masuk-keluar di TPS,” ujarnya.
Simulasi ini, lanjut Hadijah, bertujuan memberi edukasi kepada publik tentang apa yang bisa mereka harapkan saat datang ke TPS pada hari pemilihan. (*)