Tribun Podcast

Cerita Duta Baca SMA Negeri 1 Tilamuta Boalemo Gorontalo

Cerita Dua Duta Baca SMA Negeri 1 Tilamuta, Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Ponge Aldi
SCREENSHOT LIVE FACEBOOK TRIBUNGORONTALO
Cerita Duta Baca Adrian Buhude dan Raisyah Zaskia Wahyu dalam Tribun Podcast Mobile yang dipandu Jurnalis TribunGorontalo.com Nawir Islim pada Kamis 31 Oktober 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo - Cerita Dua Duta Baca SMA Negeri 1 Tilamuta, Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.

Cerita Adrian Buhude dan Raisyah Zaskia Wahyu disampaikan dalam Tribun Podcast Mobile yang dipandu Jurnalis TribunGorontalo.com Nawir Islim pada Kamis 31 Oktober 2024.

Keduanya bertekad untuk naikan angka minat baca bagi para siswa.

"Minat baca di Indonesia, menurut data UNESCO hanya 0,001 persen, jadi bisa di artikan bahwa dari 1.000 orang hanya satu yang punya niat baca, hal ini yang akan kami ubah kedepannya, dengan menaikan minat baca dari tiap siswa," ungkap Adrian.

Sebelumnya, kedua siswa ini terpilih menjadi duta baca SMA Negeri 1 Tilamuta setelah melalui sebuah pemilihan yang di ikuti juga oleh siswa-siswi lainnya.

Melalui proses karantina selama empat hari, kegiatan lainnya yang memakan waktu dua minggu, hingga proses penjurian mereka sudah lewati.

Adapun saat podcast, putra dan putri Duta Baca SMA Negeri 1 Tilamuta ini juga memaparkan rencana ke depan mereka.

"Kami berencana akan membuat 'cakap literasi', jadi setiap bulan ada dua hingga empat kali pertemuan untuk membaca bersama, menulis bersama, ataupun bahkan saling bertukar informasi terkait literasi," ungkap Raisyah.

Di sisi lain Adrian juga berencana ingin membuat sebuah even bagi seluruh siswa untuk ikut partisipasi dalam kegiatan literasi.

"Jadi kami akan mengajak tiap siswa untuk berlomba membuat kutipan dari tiap buku yang mereka baca, bagi siapa yang paling banyak serta paling mengerti dengan kutipan tersebut maka kami tentunya akan memberikan reward," jelasnya.

Hal ini mereka lakukan untuk membuat siswa nyaman saat melakukan aktivitas literasi.

Selain itu di era modern digitalisasi ini, mereka juga berencana untuk membuat sebuah website khusus bagi para siswa yang ingin curhat ataupun ingin membagikan hasil tulisannyaagar dilihat banyak orang.

"Ada siswa yang cakap membaca serta menulis, tapi mereka kadang malu untuk menampilkan karya mereka, dengan hadirnya wadah ini mungkin bisa menjadi tempat mereka berkata," ucap Adrian.

Raisyah juga menambahkan, bahwa penggunaan gadget lebih tinggi di bandingkan membaca buku, khususnya yang berada di SMA Negeri 1 Tilamuta.

"Dari penglihatan saya demikian, yang tentunya ini juga menjadi PR kami, untuk bagaimana menaikan angka minat baca buku kembali," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved