Human Interest Story
Sosok Nur Triska Awaliyah Lukum, Penerjemah Bahasa Isyarat pada Debat Perdana Pilgub Gorontalo
Sebelumnya, pada tahun 2023, ia juga dikenal sebagai Juru Bahasa Isyarat untuk Kota Gorontalo di Yayasan Tunarungu Hellen Wimberty.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nur-Triska-Awaliyah-Lukum-saat-jadi-penerjemah-pada-Debat-Perdana-Piligub-Gorontalo-2024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nur Triska Awaliyah Lukum, seorang penerjemah bahasa isyarat yang berpengalaman, jadi juru bahasa isyarat dalam debat pemilihan gubernur (Pilgub) tahun 2024.
Sebelumnya, pada tahun 2023, ia juga dikenal sebagai Juru Bahasa Isyarat untuk Kota Gorontalo di Yayasan Tunarungu Hellen Wimberty.
“Saya mendapat jadwal sebagai penerjemah bahasa isyarat pada debat pertama dan kedua calon gubernur dan wakil gubernur Gorontalo,” ujarnya dengan penuh semangat.
Wanita kelahiran Gorontalo pada 8 Juli 1999 ini siap berdedikasi dalam mendukung aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas.
Pendidikan formal Nur Triska dimulai pada tahun 2004, saat ia menempuh pendidikan usia dini di TK Negeri Pembina Kota Gorontalo.
Ia kemudian melanjutkan studi di Sekolah Dasar Negeri 30 Kota Selatan pada tahun 2006, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kota Gorontalo pada tahun 2012, dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Gorontalo pada tahun 2015. Triska meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2021.
Selain pendidikan formal, Nur Triska juga aktif dalam berbagai pendidikan non-formal. Ia merupakan peserta MEC English Center Gorontalo pada tahun 2018, serta berpartisipasi dalam Pendidikan Advokat di Kongres Advokat Indonesia pada tahun 2021 dan Kelas Bahasa Isyarat PUSBISINDO Sulawesi Selatan pada tahun 2023.
Di luar pendidikan, Triska memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam organisasi. Sejak tahun 2015, ia menjadi anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) SMART dan anggota Forum Genre Indonesia Gorontalo periode 2019-2020.
Selain itu, ia juga berperan sebagai pembina Pascasarjana Forum Beasiswa Unggulan Regional Gorontalo pada tahun 2018 hingga 2020.
Kegigihan Nur Triska dalam belajar dan berorganisasi membuahkan hasil, dengan sejumlah penghargaan yang diraihnya.
Pada tahun 2015, ia meraih juara 3 dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Tingkat Provinsi Gorontalo MPR-RI.
Ia juga diakui sebagai Penerima Beasiswa Unggulan Kota Gorontalo dari Badan Kerja Sama Luar Negeri pada tahun 2018, dan menjadi Duta Genre Motivator BKKBN Provinsi Gorontalo pada tahun 2019.
Pengalaman Triska sangat beragam, mulai dari mengikuti sosialisasi program GenRe Berenacana BKKBN Provinsi Gorontalo pada tahun 2016, hingga menjadi peserta Mahesa Institute di Pare Kediri pada tahun yang sama.
Ia juga aktif dalam seminar-seminar nasional dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti menjadi Tim PHP2D dengan program “Pemberdayaan Kelompok Difabel dengan Metode Rumah Inovasi Difabel RUMIFABEL” di Desa Pilohayanga pada tahun 2020.(*)
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
| Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor |
|
|---|
| Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia |
|
|---|
| Cerita Ismail Husin, Mahasiswa UNG Tekuni Dunia Jurnalistik |
|
|---|