Berita Kota Gorontalo
Alasan Nurlaela Maksud Polisikan Panitia Gorontalo Half Marathon dan Kadis PUPR
Nurlaela Maksud melaporkan panitia Gorontalo Half Marathon ke Polresta Gorontalo Kota.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
"Biasanya kan pekerjaan begitu ada petunjuk, paling tidak ada pagar atau seng pembatas, supaya tidak dilewati pejalan kaki," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (28/10/2024) sore.
Ia juga menjelaskan alasan pihaknya menuntut panitia Gorontalo Half Marathon karena memulai acara terlalu pagi.
Ali menyebut peserta diwajibkan sudah berada di lokasi pada pukul 04.00 Wita.
"Dengan begitu banyak peserta, di waktu subuh tanpa ada penerangan maksimal yang menyebabkan klien kami (korban) mengalami luka," tandasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kadis PUPR dan Panitia Gorontalo Half Marathon Dipolisikan Peserta Lari
Bukan Insiden Pertama
Pada 9 Agustus 2024, sosok konten kreator Gorontalo, Bapu Coki, mendadak viral di media sosial karena mengkritisi pemerintah Kota Gorontalo.
Kala itu Bapu Coki menyinggung seorang bule asal belanda, Stam (65) terperosok ke dalam lubang trotoar di Kota Gorontalo.
Bule tersebut berjalan di siang hari namun ia tak menyadari terdapat lubang pada trotoar.
Pantauan TribunGorontalo.com di TKP, terdapat lubang menganga di depan Kantor Lurah Biawao.
Tidak ada lampu jalan di sekitar membuat warga sekitar khawatir.
"Harusnya pemerintah memperhatikan trotoar ini, kasian kalau ada masyarakat yang terperosok lagi, dilihat dari kondisinya memang parah," ungkap salah satu pejalan kaki, Fahri saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (28/10/2024).
"Saya tidak bisa bayangkan kalau masyarakat jatuh di sini, kaki luka, dada juga bisa terbentur," tambahnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nurlaela-Maksud-foto-kiri-bawah-mengalami-patah-tulang-rusuk.jpg)