Debat Calon Gubernur Gorontalo

Strategi Calon Wakil Gubernur Gorontalo Tingkatkan Produktivitas Lahan Padi Sawah

Dari penerapan satgas distribusi pupuk hingga pemanfaatan teknologi drone dan brigade alat pertanian, masing-masing pasangan calon menawarkan solusi y

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
Momen moderator menegur para pendukung masing-masing paslon pada debat Pilkada Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dalam debat calon pemimpin Gorontalo, peningkatan produktivitas lahan padi sawah menjadi salah satu topik utama, Jumat (25/10/2024).

Para calon wakil gubernur memaparkan berbagai rencana strategis mereka untuk mengatasi hambatan yang dihadapi para petani, mulai dari distribusi pupuk hingga diversifikasi tanaman.

Mereka sepakat bahwa kolaborasi pemerintah dan penggunaan teknologi mutakhir sangat penting untuk mendorong peningkatan hasil tani.

Kris Wartabone: Pengawasan Pupuk dan Pengembangan Riset Lokal

Kris Wartabone menyoroti masalah rendahnya produksi sawah di Gorontalo dan mengidentifikasi hambatan utama yang dialami petani, seperti distribusi pupuk yang tidak merata, kualitas bibit, pemasaran, dan penyangga harga.

“Kami akan membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas mengawasi distribusi pupuk agar adil dan tepat sasaran. Selain itu, kami akan memanfaatkan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan bibit yang sesuai dengan kondisi lahan di Gorontalo,” jelas Kris.

Ia juga menekankan pentingnya sistem pengairan yang baik serta keseragaman distribusi antara satu wilayah dengan wilayah lain yang berbatasan agar produktivitas tidak terganggu oleh masalah perbatasan.

Abdurrahman Bahmid: Solusi Harga dan Distribusi Pupuk Berkualitas

Abdurrahman Bahmid menyoroti isu kualitas dan harga pupuk, di mana ia menegaskan pentingnya distribusi pupuk berkualitas selain subsidi.

“Distribusi pupuk yang tidak adil dan kualitasnya yang kurang sering menjadi keluhan petani. Kami akan memberikan hibah pupuk yang berkualitas agar petani tidak hanya bergantung pada subsidi,” ujar Bahmid.

Selain itu, Bahmid melihat harga beras sebagai dilema bagi pemerintah karena jika harga beras naik, inflasi meningkat, tetapi jika harga turun, petani yang dirugikan.

"Kami akan menciptakan keseimbangan harga beras agar petani tetap sejahtera tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi," tambahnya.

Idah Syahidah: Digitalisasi Pertanian untuk Efisiensi dan Irigasi Terintegrasi

Idah Syahidah, calon wakil dari pasangan Gusnar Ismail, menekankan perlunya memperluas irigasi dan mengoptimalkan fungsi kelompok tani (gapoktan) di Gorontalo.

“Kami akan mendorong teknologi digital dalam pertanian, mulai dari pemantauan pupuk hingga pembasmian hama yang dapat dilakukan menggunakan drone. Hal ini akan meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan hasil yang lebih maksimal bagi petani,” jelas Idah.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved