Banjir Pesisir Bone Bolango
Warga Pesisir Bone Bolango Curhat Bertahan di Rumah Meski Diterjang Banjir Gorontalo
Saiful berharap agar ekskavator yang datang bisa menggali sedalam mungkin tanah di bawah jembatan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa me
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam situasi darurat saat banjir bandang melanda, Saiful Abdjul (51) memilih untuk bertahan dan berjuang menyelamatkan barang-barangnya.
Dalam momen kritis tersebut, ia terlebih dahulu memastikan keselamatan anak-anaknya dengan mengungsikan mereka ke tetangga desa yang tidak terdampak.
Setelah itu, Saiful kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan harta bendanya.
Tidak hanya berfokus pada dirinya sendiri, Saiful juga mengambil inisiatif untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan pertolongan.
Dalam upaya mengatasi masalah, ia bahkan berjuang mengangkat sebatang kayu besar yang menghalangi aliran air.
Namun, banjir tidak bisa dihindari. Air memasuki rumah Saiful dari bagian depan hingga dapur, mencapai ketinggian sekitar 1,20 meter.
Meskipun situasi sangat sulit, ia tetap berusaha untuk membersihkan rumahnya.
Suatu ketika, saat ia sedang membersihkan bekas-bekas banjir, anaknya terpeleset dan langsung mendapatkan pertolongan dari Saiful.
Saiful menilai bahwa terjadinya banjir ini adalah akibat kelalaian masyarakat yang membuang sampah sembarangan di saluran jembatan, yang menyebabkan saluran tersebut tersumbat.
"Banjir yang masuk ke dalam rumah saya diakibatkan oleh sampah-sampah yang berserakan dan hanyut dari jembatan," ujarnya.
Sayangnya, hingga saat ini, Saiful belum mendapatkan bantuan dari dinas sosial maupun camat setempat. Bantuan yang ia terima hanya berasal dari pemerintah desa.
"Saya kemarin bersih-bersih dibantu oleh karang taruna dari desa sebelah, teman-temannya anak saya," kata Saiful, menunjukkan rasa syukur meskipun dalam keadaan sulit.
Saiful juga memiliki warung makan sederhana yang turut terdampak banjir. Saat ini, sisa-sisa banjir masih terlihat di tempat usaha tersebut.
Setelah banjir, Saiful mengalami kurang tidur karena terus berjaga-jaga untuk mengantisipasi banjir susulan.
"Saya belum tidur semalaman, menjaga agar tidak terjadi hujan lagi atau banjir," tuturnya dengan nada cemas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Saiful-Abdjul-terdampak-banjir-di-Kecamatan-Kabila-Bone.jpg)