PEMPROV GORONTALO
Gusnar Temui Menhub, Embarkasi Haji Gorontalo Ditargetkan Terwujud 2028
Harapan masyarakat Gorontalo untuk memiliki embarkasi haji penuh semakin mendekati kenyataan.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong Bandara Djalaluddin menjadi embarkasi haji penuh guna meningkatkan efektivitas pelayanan jamaah.
- Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Perhubungan yang telah mengalokasikan anggaran pembangunan apron tahap awal sebesar Rp45 miliar.
- Pemerintah menargetkan pengembangan infrastruktur rampung pada 2027 sehingga embarkasi haji Gorontalo dapat terealisasi pada 2028.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Harapan masyarakat Gorontalo untuk memiliki embarkasi haji penuh semakin mendekati kenyataan.
Pemerintah pusat mulai menyiapkan penguatan infrastruktur Bandara Djalaluddin sebagai salah satu syarat utama pelayanan keberangkatan dan pemulangan jamaah haji langsung dari daerah.
Rencana tersebut sejalan dengan dorongan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang menilai posisi geografis daerahnya sangat strategis untuk melayani jamaah haji di kawasan sekitar.
Selama ini, wilayah Indonesia Timur hanya memiliki satu embarkasi haji penuh yang berpusat di Makassar.
Baca juga: Distribusi Sapi Gorontalo ke Kalimantan Tetap Berjalan, Kemenhub Pastikan Tol Laut Ternak Berlanjut
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara langsung menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman Laisa serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut Mas’ud.
Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo menekankan kesiapan daerah yang telah berpengalaman selama 16 tahun sebagai Embarkasi Haji Antara (EHA).
Selain itu, keberadaan asrama haji dinilai telah memenuhi standar penyelenggaraan pelayanan jamaah.
Baca juga: Es Krim Kelapa Golapa Jadi Favorit Warga Kota Gorontalo
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memandang perlu adanya penambahan embarkasi haji guna meningkatkan efektivitas pelayanan bagi calon jamaah.
“Bapak Gubernur mengungkapkan untuk efektivitasnya layanan haji dipandang perlu dilakukan penambahan embarkasi haji, yaitu di Provinsi Gorontalo. Pertimbangannya letak Gorontalo sangat strategis untuk mengakomodir wilayah-wilayah sekitar,” ujar Jamal.
Ia menambahkan, agar rencana tersebut dapat terealisasi, sejumlah fasilitas utama di Bandara Djalaluddin masih memerlukan pengembangan, di antaranya pembangunan apron, penambahan taxiway, pelapisan runway, serta sarana pendukung lainnya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan Bandara Djalaluddin.
Pemerintah pusat bahkan telah mengalokasikan anggaran pembangunan tahap awal untuk penguatan apron bandara.
“Alhamdulillah bapak Menteri Perhubungan merespon dengan baik usulan Gubernur Gorontalo. Tahun ini telah dialokasikan anggaran pembangunan apron tahap satu kurang lebih Rp45 miliar,” kata Jamal.