CPNS 2024
Cek Potensi Penggunaan Jimat, Peserta Seleksi CPNS Gorontalo Diperiksa Ketat sebelum Masuk Ruangan
Para peserta ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 melalui prosedur pemeriksaan ketat.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-body-checking-peserta-ujian-seleksi-CPNS-2024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Para peserta ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 melalui prosedur pemeriksaan ketat.
Pantauan TribunGorontalo.com, para peserta diperiksa tubuhnya (body checking) di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (24/10/24).
Para peserta diketahui dilarang membawa atribut seperti perhiasan bahkan jimat sekalipun.
“Peserta dilarang ketat untuk menggunakan perhiasan apapun itu untuk mencegah kecurangan. Karena sekarang sudah canggih, jimat bisa diselundupkan di gelang, jam bisa jadi handphone,” ungkap panitia Koordinator Wilayah, Wahyu Ismail kepada TribunGorontalo.com, Kamis (24/10/2024).
Penggunaan jimat dalam berbagai bentuk, termasuk disembunyikan di dalam perhiasan seperti cincin, kalung, anting, atau gelang bukan lagi hal tabu.
Baca juga: 800 Peserta Ikut Ujian Seleksi CPNS Pemda Bolmut dan Kabupaten Gorontalo, Prosedur Ketat Diterapkan
“Sejauh ini di gorontalo belum kedapatan peserta curang, tapi di daerah lain sudah ada. Jadi sekarang secara resmi ketentuan ini diberlakukan oleh pusat untuk mencegah kenakalan peserta di lokasi ujian,” lanjut Wahyu.
Benda-benda ini dianggap memiliki kekuatan magis atau spiritual yang diyakini dapat membantu seseorang dalam menghadapi ujian atau tantangan besar.
Oleh karena itu, panitia merasa perlu memperketat pengawasan dengan melarang perhiasan dan barang-barang logam lainnya yang mungkin menyembunyikan jimat.
Larangan membawa perhiasan ini dianggap sebagai langkah preventif, mengingat beberapa kasus di beberapa daerah ditemukan jimat pada peserta ujian atau kompetisi serupa.
Panitia berharap ujian seleksi CPNS di Gorontalo bisa berlangsung secara adil dan transparan, tanpa ada intervensi apapun yang di luar kapasitas intelektual para peserta.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya