Berita Kota Gorontalo
Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo Keluhkan Pendapatan Menurun, Pembeli Bisa Dihitung Jari
Pasar Sentral di Kota Gorontalo kian sepi pengunjung. Sejumlah pedagang mengeluhkan pendapatan mereka menurun.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pedagang-Pasar-Sentral-mengeluhkan-pendapatan-menurun.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pasar Sentral di Kota Gorontalo kian sepi pengunjung.
Sejumlah pedagang mengeluhkan pendapatan mereka menurun.
Pantauan TribunGorontalo di lapangan Rabu (23/10/2024), terlihat puluhan lapak kosong.
Di lantai bawah ada beberapa pedagang yang sedang berjualan namun pembeli sendiri hanya bisa dihitung jari.
Sementara di lantai atas, terlihat sangat sepi dan lebih banyak lapak tidak di tempati. Hanya ada beberapa pedagang yang buka, seperti pedagang makanan dan tukang jahit.
Saat diwawancarai disela-sela menjahit, Eman Mansur mengeluhkan saat ini pasar sentral sepi pengunjung.
"Sepi sekali, mungkin dalam sehari di atas itu paling dua tiga orang saja yang lalu-lalang," ucapnya dengan wajah sedih.
Sejauh ini kata ia yang menggunakan jasanya menurun drastis.
Hal itu juga dikarenakan lokasi lapaknya yang berada di atas. Sehingga akses pengunjung melihat lapak jahitnya minim.
"Yang memakai jasa saya rata-rata hanya langganan," ujarnya.
Baca juga: Adhan Dambea dan Indra Gobel Marah dan Nyaris Tinggalkan Panggung Debat Calon Wali Kota Gorontalo
Meski usia yang sudah tidak muda lagi ia tetap bekerja untuk mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya di rumah.
"Tapi mau bagaimana lagi, saya hanya bisa pasrah pada pimpinan yang baru ini, semoga bisa membawa perubahan," ungkapnya penuh harap.
Berada di lapak lantai dua sebenarnya ia tidak menginginkannya. Namun penataan lokasi sudah diatur oleh dinas terkait.
Ia menginginkan lokasi lapak di bagian depan agar mudah dilihat pengunjung.