Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Spek Pesawat SAM Air yang Kecelakaan di Gorontalo, Rupanya Buatan Canada Sejak 1965

Meskipun tampaknya merupakan pesawat modern, PK-SMH sebenarnya adalah varian dari de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter, pesawat yang sudah ada sejak 1

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Papua
Pesawat SAM Air jenis twin outer. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kecelakaan tragis yang menimpa pesawat perintis milik PT. SAM Air, PK-SMH, di Bandara Panua Pohuwato, rupanya beroperasi sejak tahun 2007.

Meskipun tampaknya merupakan pesawat modern, PK-SMH sebenarnya adalah varian dari de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter, pesawat yang sudah ada sejak 1965.

Dikutip dari berbagai sumber, pesawat DHC-6 Twin Otter dirancang oleh de Havilland Aircraft of Canada dan dikenal sebagai pesawat STOL (Short Takeoff and Landing) yang sangat handal. 

Dengan kemampuan terbang yang luar biasa di berbagai kondisi cuaca, pesawat ini menjadi pilihan utama untuk transportasi di daerah terpencil.

Pesawat SAM Air PK-SMH (DHC6) adalah kode yang merujuk pada pesawat tertentu. 

PK adalah kode registrasi yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut terdaftar di Indonesia.

Setiap negara memiliki kode registrasi yang berbeda untuk pesawatnya.

SMH adalah kombinasi huruf yang digunakan untuk membedakan pesawat-pesawat dalam satu negara. Ini biasanya merupakan kode unik untuk setiap pesawat.

DHC6 mengacu pada jenis pesawat yang diproduksi oleh perusahaan pesawat terbang Kanada, De Havilland Canada.

Pesawat ini dikenal sebagai Twin Otter, yang merupakan pesawat bermesin ganda dan sering digunakan untuk penerbangan perintis.

Selain itu kerap digunakan untuk transportasi barang dan penerbangan ke daerah terpencil.

Hal itu karena kemampuannya mendarat di berbagai jenis permukaan, termasuk landasan pacu yang pendek dan kasar.

Jadi, PK-SMH (DHC6) adalah kode registrasi untuk pesawat jenis DHC6 Twin Otter yang terdaftar di Indonesia dengan nomor registrasi khusus SMH.

Spesifikasi DHC-6 Twin Otter PK-SMH:

• Tipe Pesawat: de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter

• Nomor Registrasi: PK-SMH

• Warna: Putih

• Kapasitas Penumpang: 19

• Tahun Pembuatan: 2007

• Mesin: Dua mesin turboprop Pratt & Whitney PT6A

• Kecepatan Maksimum: Sekitar 200 knot (370 km/jam)

• Jarak Tempuh: Sekitar 1.000 km

Pesawat ini memiliki desain yang kuat dan kemampuan untuk mendarat di landasan pendek.

Karena itu, pesawat ini menjadi andalan banyak operator penerbangan di seluruh dunia.

Tidak heran, perusahaan PT. SAM Air yang menggunakannya untuk melayani rute-rute sulit di Indonesia.

Kecelakaan Tragis di Bandara Panua Pohuwato

Kecelakaan terjadi pada Minggu pagi, 20 Oktober 2024, saat PK-SMH lepas landas dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Pesawat yang dipiloti oleh Kapten M. Saefurubi, dengan First Officer M. Arthur V. G, dan seorang teknisi, Budijanto, serta penumpang Sri Meyke Male, mengalami kecelakaan sekitar pukul 07:35 WITA saat melakukan prosedur pendaratan.

Sewaktu pesawat melakukan go-around, pesawat jatuh di daerah tambak yang berjarak kurang lebih 300 meter dari runway.

Sayangnya, seluruh awak pesawat dan penumpang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam.

Ia dan menyatakan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved