Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Spek Pesawat SAM Air yang Kecelakaan di Gorontalo, Rupanya Buatan Canada Sejak 1965
Meskipun tampaknya merupakan pesawat modern, PK-SMH sebenarnya adalah varian dari de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter, pesawat yang sudah ada sejak 1
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
• Nomor Registrasi: PK-SMH
• Warna: Putih
• Kapasitas Penumpang: 19
• Tahun Pembuatan: 2007
• Mesin: Dua mesin turboprop Pratt & Whitney PT6A
• Kecepatan Maksimum: Sekitar 200 knot (370 km/jam)
• Jarak Tempuh: Sekitar 1.000 km
Pesawat ini memiliki desain yang kuat dan kemampuan untuk mendarat di landasan pendek.
Karena itu, pesawat ini menjadi andalan banyak operator penerbangan di seluruh dunia.
Tidak heran, perusahaan PT. SAM Air yang menggunakannya untuk melayani rute-rute sulit di Indonesia.
Kecelakaan Tragis di Bandara Panua Pohuwato
Kecelakaan terjadi pada Minggu pagi, 20 Oktober 2024, saat PK-SMH lepas landas dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Pesawat yang dipiloti oleh Kapten M. Saefurubi, dengan First Officer M. Arthur V. G, dan seorang teknisi, Budijanto, serta penumpang Sri Meyke Male, mengalami kecelakaan sekitar pukul 07:35 WITA saat melakukan prosedur pendaratan.
Sewaktu pesawat melakukan go-around, pesawat jatuh di daerah tambak yang berjarak kurang lebih 300 meter dari runway.
Sayangnya, seluruh awak pesawat dan penumpang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam.
Ia dan menyatakan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pesawat-SAM-Air-jenis-twin-outer.jpg)