Rabu, 18 Maret 2026

Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Kronologi Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo, Sempat Hilang Kontak sebelum Jatuh

Kecelakaan pesawat milik PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM AIR) akhirnya terungkap.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo, Sempat Hilang Kontak sebelum Jatuh
Istimewa
Potret pesawat Sam Air yang jatuh di wilayah Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Minggu (20/10/2024) pagi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Kecelakaan pesawat milik PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM AIR) akhirnya terungkap.

Insiden menewaskan tiga kru dan satu penumpang ini terjadi pada pagi tadi, Minggu (20/10/2024).

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Hariyanto, korban tewas adalah Capt M Saefurubi A (Pilot), M Arthur Vico G (Co-Pilot), Budijanto (Engineer), dan Sri Meyke Male (penumpang). 

Kronologi

Hariyanto menjelaskan pesawat Sam Air berangkat pukul 07.03 Wita dari Bandara Djalaluddin Gorontalo menuju Bandara Bumi Panua Pohuwato.

Pesawat sempat hilang kontak sesaat sebelum kejadian.

"Pd TW 2010 0722 H Pesawat SAM AIR kontak terakhir dengan AIRNAV Makassar dan informasi diterima pesawat jatuh di area Bandara Bumi Panua Pohuwato," ungkap Hariyanto saat dihubungi TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).

Lebih lanjut, Hariyanto mengungkapkan pesawat maut ini merupakan tipe PK SMH berwarna putih.

Saat ini Tim Rescue Pos SAR Marisa menuju ke lokasi menggunakan Truck Personil dan Rescue Car Type I.

Tim dibantu Babinsa Randangan, pihak Bandara Panua, dan masyarakat setempat.

Sebelumnya pesawat Twin Otter milik maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri ini jatuh di wilayah Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato pada Minggu (20/10/2024) pagi Wita.

Pesawat Sam Air berkapasitas 19 penumpang ini mengalami gangguan sesaat sebelum mendarat di Bandara Panua Pohuwato.

Potret kondisi pesawat Sam Air yang jatuh 500 meter dari landasan pacu Bandara Panua Pohuwato pada Minggu (20/10/2024).
Potret kondisi pesawat Sam Air yang jatuh 500 meter dari landasan pacu Bandara Panua Pohuwato pada Minggu (20/10/2024). (TribunGorontalo.com/Ist)

Baca juga: Identitas Korban Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo

Adapun kondisi pesawat hancur, di mana sayapnya terpisah dari badan.

Pesawat ini ditemukan di kawasan tambak warga Randangan atau 500 meter dari Bandara Panua.

Insiden ini baru pertama kali terjadi sejak Bandara Panua Pohuwato diresmikan Presiden RI, Joko Widodo pada Senin (22/04/2024).

Pembangunan bandara ini menghabiskan anggaran sebesar Rp437 Miliar.

Menteri Perhubungan Republik Indonesa, Budi Karya Sumadi mengungkapkan Bandara Panua Pohuwato merupakan bandara ke-25 dari 27 bandara yang telah dibangun sesuai arahan Presiden untuk membangun bandara di seluruh pelosok tanah air.

"Bandara Panua Pohuwato adalah yang ke 25 dari total 27 bandara yang telah dibangun, dan saat ini telah beroperasi sebagaimana biasanya," tuturnya.

Selain itu, jelas budi juga, landasan pacu dan segala jenis yang terdapat di Bandara Panua Pohuwato telah diukur sedemikan rupa.

"Bandara ini memiliki fasilitas yang memadai, seperti landasan pacu sepanjang 1.200 meter x 30 meter, taxiway sepanjang 15 meter x 170 meter, apron sepanjang 110 meter x 70 meter, serta gedung terminal seluas 990 meter persegi," tandasnya.

Kata Budi, dengan fasilitas yang dimilikinya, Bandara Panua Pohuwato dapat didarati pesawat ATR 72-600.

Selain itu, konsep desain terminal Bandara Panua Pohuwato diambil dari bentuk empat rumah adat di Provinsi Gorontalo, yaitu Rumah Adat Dulohupa, Rumah Adat Bantayo Poboide, Rumah Adat Gobel, serta Rumah Adat Ma’lihe atau Potiwaluya.

"Kita ambil ikon daerah, sehingga Gedung Bandara Panua bentuknya tidak jauh dari Rumah adat Gorontalo," imbuhnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved