Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Identitas Korban Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo

Empat korban kecelakaan pesawat Sam Air kini berhasil diidentifikasi. Semua korban telah dievakuasi ke Puskesmas Randangan.

|
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Potret kondisi pesawat Sam Air yang jatuh 500 meter dari landasan pacu Bandara Panua Pohuwato pada Minggu (20/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Empat korban kecelakaan pesawat Sam Air berhasil diidentifikasi.

Mereka adalah Capt M Saefurubi A (Pilot), M Arthur Vico G (Co-Pilot), Budijanto (Engineer), dan Sri Meyke Male (penumpang).

Semua korban kini telah dievakuasi ke Puskesmas Randangan.

Sebelumnya pesawat jenis Twin Otter milik maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri ini jatuh di wilayah Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato pada Minggu (20/10/2024) pagi Wita.

Pesawat Sam Air berkapasitas 19 penumpang ini mengalami gangguan sesaat sebelum mendarat di Bandara Panua Pohuwato.

Adapun kondisi pesawat hancur, di mana sayapnya terpisah dari badan.

Pesawat ini ditemukan di kawasan tambak warga Randangan atau 500 meter dari Bandara Panua.

Insiden ini baru pertama kali terjadi sejak Bandara Panua Pohuwato diresmikan Presiden RI, Joko Widodo pada Senin (22/04/2024).

Foto diduga korban kecelakaan pesawat Sam Air (kiri). Kecelakaan terjadi pada pagi tadi, Minggu (20/10/2024).
Foto diduga korban kecelakaan pesawat Sam Air (kiri). Kecelakaan terjadi pada pagi tadi, Minggu (20/10/2024). (Istimewa)

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo, 4 Korban Tewas Termasuk Pilot

Pembangunan bandara ini menghabiskan anggaran sebesar Rp437 Miliar.

Menteri Perhubungan Republik Indonesa, Budi Karya Sumadi mengungkapkan Bandara Panua Pohuwato merupakan bandara ke-25 dari 27 bandara yang telah dibangun sesuai arahan Presiden untuk membangun bandara di seluruh pelosok tanah air.

"Bandara Panua Pohuwato adalah yang ke 25 dari total 27 bandara yang telah dibangun, dan saat ini telah beroperasi sebagaimana biasanya," tuturnya.

Selain itu, jelas budi juga, landasan pacu dan segala jenis yang terdapat di Bandara Panua Pohuwato telah diukur sedemikan rupa.

"Bandara ini memiliki fasilitas yang memadai, seperti landasan pacu sepanjang 1.200 meter x 30 meter, taxiway sepanjang 15 meter x 170 meter, apron sepanjang 110 meter x 70 meter, serta gedung terminal seluas 990 meter persegi," tandasnya.

Kata Budi, dengan fasilitas yang dimilikinya, Bandara Panua Pohuwato dapat didarati pesawat ATR 72-600.

Selain itu, konsep desain terminal Bandara Panua Pohuwato diambil dari bentuk empat rumah adat di Provinsi Gorontalo, yaitu Rumah Adat Dulohupa, Rumah Adat Bantayo Poboide, Rumah Adat Gobel, serta Rumah Adat Ma’lihe atau Potiwaluya.

"Kita ambil ikon daerah, sehingga Gedung Bandara Panua bentuknya tidak jauh dari Rumah adat Gorontalo," imbuhnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved