Abang Bentor Dianiaya

Para Ojol Minta Penganiaya Abang Bentor Gorontalo Dihukum Berat

Sebelumnya, ia pernah bekerja di Sinar Mas Multifinance sebagai debt collector selama setahun tiga bulan. Kemudian ia memutuskan berhenti karena urusa

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Driver bentor saat datang ke Polres Gorontalo Kota untuk menuntut keadilan rekan kerja mereka yang diduga dianiaya, Sabtu (19/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ketua Komunitas ojek online (ojol) meminta kepolisian menghukum berat terduga penganiaya abang bentor Gorontalo

Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Mars (Maxim Riders Squad) Gorontalo, Trisno Gani saat memimpin aksi demo di Polresta Gorontalo Kota, Sabtu (19/10/2024). 

Menurutnya, kasus ini harus diusut tuntas agar tidak ada lagi kekerasan serupa yang terjadi di kemudian hari.

"Kalau bisa, jangan hukum ringan. Kami berharap hukuman yang diberikan dapat memberikan efek jera bagi pelaku," ungkapnya saat diwawancarai oleh TribunGorontalo.com.

Trisno juga menekankan komitmen komunitas bentor untuk mengawal setiap perkembangan kasus ini hingga tuntas.

"Insya Allah, kami akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga hari Senin," tambahnya.

Ia merasa sangat menyayangkan bahwa insiden kekerasan ini bisa terjadi, mengingat semua pihak seharusnya bisa menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik, terutama karena keduanya sama-sama mencari nafkah untuk keluarga mereka.

"Kalau pun ada kata-kata kasar, itu bisa dimaklumi. Namun, pemukulan seperti ini tidak dapat diterima," jelas Trisno.

Pantauan di lapangan, para pengendara bentor mulai berkumpul di depan kampus satu Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sekitar pukul 09:30 WITA.

Mereka bergerak menuju Polres Gorontalo Kota untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Sesampainya di polres, hanya beberapa perwakilan, termasuk ketua komunitas, yang diizinkan masuk untuk menemui pihak kepolisian.

Sementara itu, pengendara bentor lainnya menunggu di luar sambil memarkirkan kendaraan mereka di samping polres.

Setelah sekitar setengah jam, perwakilan yang masuk kembali menyampaikan hasil pertemuan mereka, dan aksi berlangsung dengan tertib hingga para pengunjuk rasa meninggalkan polres.

Insiden dugaan penganiayaan ini terjadi pada 1 Oktober 2024, namun video kejadian baru viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Terduga korban awalnya tidak melapor ke polisi karena merasa takut masalah tersebut akan berlarut-larut.

Laporan baru masuk setelah video tersebut menyebar luas.

Salah satu pengendara bentor yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menuntut keadilan bagi rekan mereka yang diduga dianiaya.

"Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan bagi rekan kami," katanya.

Dalam aksi ini, terdapat empat komunitas bentor yang hadir dengan puluhan pengendara.

"Ini baru sebagian, masih banyak komunitas lain yang belum datang," tambahnya.

Video insiden pengeroyokan tersebut menunjukkan seorang abang bentor yang sedang parkir di sebuah toko roti di Kota Gorontalo, dihampiri oleh sekelompok pemuda.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 24 detik, terlihat bahwa pemuda tersebut marah dan menyerang sang abang bentor, yang tampak tak berdaya.

Saksi mata menjelaskan bahwa insiden ini berawal dari salah paham antara abang bentor dan salah satu pemuda.

Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat, dengan banyak warganet yang mengutuk tindakan para pelaku.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa korban, melakukan berita acara pemeriksaan (BAP), serta akan melakukan visum.

Mereka juga meminta bukti video sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Nasib Ojol di Gorontalo, Sudah Susah Tapi Dianiaya

Topan Mursaha (26), warga asal Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Topan sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online (ojol) di Kota Gorontalo.

Ia merantau dari Boalemo ke Kota Gorontalo.

Di Kota Gorontalo, Topan menyewa indekos di Jalan Dua Susun, Kota Gorontalo.

Sebelumnya, ia pernah bekerja di Sinar Mas Multifinance sebagai debt collector selama setahun tiga bulan. Kemudian ia memutuskan berhenti karena urusan keluarga di Boalemo.

"Saya berhenti karena ada urusan keluarga yang tidak kalah penting," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com pada Sabtu (17/8/2024).

Ia pun sering mengirim uang kepada orang tuanya.

Tapi setelah berhenti, Topan bekerja sebagai driver ojol untuk membiayai hidup.

"Saya belum mengirim uang karena pendapatan hanya cukup untuk biaya makan dan sewa kos," ujarnya.

Kata Topan pendapatannya per hari, paling tinggi Rp70-Rp80 ribu, dan paling rendah Rp30 ribu-Rp40 ribu.

"Jadi ojol ini kadang sepi kadang juga ramai tapi alhamdulillah ini sudah cukup," terangnya.

Topan merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara, meski ia anak paling bungsu bukan menjadi alasan dia harus mengharapkan uluran tangan dari kakak-kakaknya.

Topan menjadi driver Ojol ini hanya untuk sementara waktu sembari mencari lowongan pekerjaan lagi yang dibuka.

"Tujuan saya ke Kota Gorontalo itu sebenarnya ingin cari kerja, jadi saya jadi Ojol dulu untuk sementara waktu sambil cari-cari pekerjaan lagi," jelasnya.

Meski pendapatan sebagai driver ojol kecil, Topan tetap bersyukur bisa makan dan membiayai hidupnya.

Dirinya juga menceritakan kisah pilunya saat ia kehabisan uang, ia hanya datang ke beberapa orang yang sudah menjadi temannya di Kota Gorontalo untuk meminta makanan.

"Saya pernah kehabisan beras dengan acar saya datang ke teman saya untuk meminta makanan,"  ucapnya.

Topan merupakan pemuda sarjana Jurusan PPKN, Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2016.

Tahun 2021, ia menyelesaikan studinya di UNG, sekitar dua bulan belum mendapatkan pekerjaan. Ia kemudian mendaftar jadi driver Ojol.

"Dari Mei awal sudah mendaftar jadi driver Ojol sampai bulan Juli setelah itu saya mendapatkan pekerjaan," tuturnya.

Setelah mendapatkan pekerjaan, ia berhenti sementara jadi driver ojol, Namun setelah keluar dari pekerjaannya, ia melanjutkan menjadi driver ojol. 

Hingga kini terhitung kurang lebih setahun bekerja jadi driver ojol.

Ia sama sekali tidak gengsi. Karena baginya yang terpenting halal. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved