Selasa, 17 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Atika Zakaria, Sosok Remaja Gorontalo Lestarikan Budaya Karawo Lewat Buku

Atika Zakari (23) sosok alumnus Universitas Negeri Gorontalo mengukir sejumlah prestasi.

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Atika Zakaria, Sosok Remaja Gorontalo Lestarikan Budaya Karawo Lewat Buku
Dok pribadi
Atika Zakaria, sang penulis buku karawo 

Ia sempat terpilih sebagai Duta Palestina Gorontalo 2019 untuk kategori siswa. 

Hal ini menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan sejak usia muda. 

“Menjadi Duta Palestina membuat saya lebih sadar tentang pentingnya kepedulian terhadap orang lain,” ujarnya.

Atika juga diketahui aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. 

Ia terlibat dalam LDK SKI UNG, sebuah organisasi keagamaan di kampusnya, serta KNRP, organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. 

Keterlibatannya dalam kedua organisasi ini tidak hanya mengasah kepemimpinannya, tetapi juga menumbuhkan rasa empati yang kuat terhadap orang lain.

Baca juga: Cerita Napi Lapas Boalemo Gorontalo, Pengalaman Perdana Baca Alquran Kekuatan untuk Berubah

Atika juga turut serta aktif dalam beberapa kegiatan bergengsi di kampus.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut, yakni Pilmapres 2022, P2MW, KMI EXPO Bali, dan berbagai kegiatan lainnya yang semakin memperkuat posisinya sebagai mahasiswi yang berprestasi dan berdedikasi.

Tak hanya aktif di dunia akademis dan organisasi, Atika juga mengembangkan usaha di bidang wirausaha. 

Beberapa usaha yang ia geluti adalah memproduksi karawo, kain tradisional khas Gorontalo, serta aneka cemilan berbahan dasar pisang. 

“Saya ingin melestarikan budaya Gorontalo, salah satunya dengan Karawo. Selain itu, cemilan-cemilan ini adalah inovasi yang saya coba kembangkan untuk menambah penghasilan,” kata Atika.

Keberhasilan Atika dalam dunia wirausaha tentunya tidak datang dengan mudah. 

Ia harus berjuang keras dan mengikuti berbagai lomba serta program pendanaan untuk mendapatkan modal dalam berusaha.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sejak kecil, Atika sudah terbiasa hidup sederhana. 

Penghasilan ayahnya sebagai tukang bentor dan penjual popcorn menjadi sumber pemasukan utama bagi keluarganya yang berada di Gorontalo. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved