Internasional
Badai Milton Diprediksi Menyapu Florida Amerika Serikat, Satu Juta Penduduk Kabur
Pihak berwenang darurat telah memerintahkan evakuasi lebih dari satu juta penduduk. Dengan kecepatan angin maksimum mencapai 265 km/jam (165 mph).
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warga-Amerika-bersiap-menghadapi-kedatangan-Badai-Milton-di-Florida.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Badai Milton, yang kini diklasifikasikan sebagai badai Kategori 5 yang sangat merusak, bergerak cepat menuju Pantai Teluk Florida.
Pihak berwenang darurat telah memerintahkan evakuasi lebih dari satu juta penduduk. Dengan kecepatan angin maksimum mencapai 265 km/jam (165 mph).
Milton diperkirakan akan mendarat pada akhir Rabu atau awal Kamis, menargetkan area Tampa Bay yang padat penduduknya dan masih berupaya pulih dari Badai Helene beberapa minggu lalu.
Wali Kota Tampa, Jane Castor, menekankan urgensi situasi ini, mendesak penduduk untuk segera mengungsi sebelum badai datang.
"Jika Anda memilih untuk tetap di salah satu area evakuasi tersebut, Anda akan mati," ungkapnya, menyoroti risiko berat yang terkait dengan dampak potensial dari Milton.
Kemacetan lalu lintas terjadi di banyak daerah saat penduduk berusaha melarikan diri, menghadapi kekurangan bahan bakar yang signifikan.
Pusat Badai Nasional (National Hurricane Center) telah memperingatkan bahwa dampak langsung Milton di wilayah Tampa Bay akan menjadi yang pertama kali sejak 1921, saat area tersebut hanya memiliki sebagian kecil dari ukuran populasi saat ini yang mencapai lebih dari 3 juta penduduk.
Peningkatan intensitas badai yang cepat menjadi salah satu badai terkuat yang tercatat telah memicu alarm, dengan pejabat menekankan pentingnya mematuhi perintah evakuasi.
Badai Milton mengalami peningkatan intensitas yang sangat cepat, dengan kecepatan angin meningkat 80 knot dalam waktu hanya 24 jam, menurut National Hurricane Center (NHC) di Miami.
Kecepatan peningkatan ini adalah yang tercepat yang pernah tercatat, hanya di bawah Badai Wilma pada tahun 2005 dan Felix pada tahun 2007.
Gambar satelit dan radar dari Meksiko menunjukkan mata badai yang kecil dan terdefinisi dengan baik serta dinding mata yang kuat, menegaskan kekuatannya.
Penduduk didesak untuk mengamankan dokumen penting, obat-obatan, dan hewan peliharaan, serta mencari tempat perlindungan lebih jauh ke daratan saat badai mendekat.
Dengan ancaman banjir parah, angin kencang, dan puing-puing yang beterbangan, jam-jam mendatang menjadi sangat kritis bagi mereka yang berada di jalur Milton. (*)