Gorontalo Terkini
Keluhan Sopir Angkot Gorontalo Soal Perebutan Jalur
Salah satu sopir yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan keluhan bahwa ada beberapa sopir yang melanggar aturan dengan mengambil penumpang d
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Para sopir angkutan kota (angkot) di Gorontalo mulai meluapkan keresahan mereka terkait pengambilan jalur trayek yang tidak sesuai izin.
Salah satu sopir yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan keluhan bahwa ada beberapa sopir yang melanggar aturan dengan mengambil penumpang di jalur yang bukan seharusnya. Masalah ini berdampak signifikan pada pendapatan mereka.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo, Abdul Karim Rauf, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas sopir angkot yang kedapatan melanggar aturan trayek.
Dalam wawancara via telepon pada Jumat (4/10/2024), Abdul Karim menegaskan pentingnya menjaga ketertiban di lapangan demi kesejahteraan semua pihak.
Baca juga: Paslon Pilkada Boalemo Wahyudin Lihawa dan Abdillah Alhasni Turun ke Kebun-kebun Temui Petani
“Jika ada sopir yang ketahuan mengambil penumpang di jalur orang lain, kami tidak akan ragu untuk bertindak. Aturannya sudah jelas, dan kami akan langsung menindak dengan cara menurunkan penumpang di tempat kejadian,” ujar Abdul Karim dengan tegas.
Dishub sendiri sudah menerapkan aturan ketat terkait izin trayek. Setiap sopir angkot diwajibkan mematuhi jalur yang sudah ditentukan sesuai izin operasional mereka.
“Setiap kendaraan angkot sudah diatur sesuai izinnya. Jika kedapatan melanggar, kami akan bertindak sesuai prosedur,” lanjutnya.
Penegakan aturan ini juga didukung oleh teknologi sederhana namun efektif. Dengan hanya mengambil foto plat nomor kendaraan, Dishub bisa langsung mengetahui apakah sebuah angkot memiliki izin untuk beroperasi di jalur tertentu atau tidak.
“Kami bisa langsung mengecek hanya dengan foto plat nomor kendaraan. Dari situ, akan terlihat apakah kendaraan tersebut memiliki izin trayek yang sah atau tidak,” jelas Abdul Karim.
Baca juga: KPU Bone Bolango Terima Logistik Pilkada, Sisa 330 Kotak Suara Masih Ditunggu Tiba
Namun, keluhan sopir angkot di lapangan masih berlanjut. Nasir Gani (42), salah satu sopir yang beroperasi di jalur Gorontalo Utara, mengungkapkan bahwa pendapatannya menurun drastis akibat perebutan jalur.
Menurutnya, penghasilan hariannya yang biasanya mencapai Rp. 300 ribu, kini turun di bawah Rp. 150 ribu.
“Kalau ada jalur Isimu-Kota, seharusnya mereka tidak mengambil penumpang di jalur kami. Tapi ya, kadang-kadang kami sesama sopir juga tidak enak saling menegur. Akhirnya, pendapatan kami yang terkena dampaknya,” keluh Nasir.
Nasir mengaku, kini ia sering harus pulang dengan tangan kosong. Perjalanan dari Kwandang menuju Terminal Angkot Telaga yang biasanya bisa mendatangkan penumpang, kini sering sepi karena persaingan tidak sehat antar-sopir.
"Dulu saya bisa dapat Rp. 300 ribu, sekarang paling untung-untungan bisa bawa pulang Rp. 120 sampai Rp. 150 ribu. Itu pun sering kali saya balik kosong," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya memulai aktivitas dari pukul 08.00 WITA dan baru bisa pulang ke rumah pada malam hari, tergantung jumlah penumpang.
“Saya biasa mulai dari Kwandang sekitar jam 08.00 WITA dan pulang bisa jam 19.00 atau 20.00 WITA, tergantung ada penumpang atau tidak,” kata Nasir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-di-terminal-angkutan-Telaga-Kabupaten-Gorontalo-Jumat-4102024.jpg)