Gempa Bumi
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.4 Guncang Sulawesi Utara, Segini Kedalamannya
Gempa tersebut dilaporkan terjadi di titik koordinat 0.18°LS dan 124.46°BT, dengan kedalaman hanya 10 kilometer dari permukaan bumi, pukul 13.19 WIB.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gempa-bumi-di-Sulawesi-Utara-siang-ini-Sabtu-05-Oktober-2024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gempa bumi dengan magnitudo 3.4 mengguncang wilayah Tenggara Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Gempa tersebut dilaporkan terjadi di titik koordinat 0.18°LS dan 124.46°BT, dengan kedalaman hanya 10 kilometer dari permukaan bumi, pukul 13.19 WIB.
Berdasarkan parameter gempa, dengan magnitudo 3.4 dan kedalaman 10 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Gempa dangkal umumnya lebih terasa di permukaan meskipun magnitudonya relatif kecil.
Meski demikian, dampak dari gempa bumi semacam ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk struktur tanah dan kondisi geologis di sekitar wilayah terdampak.
Magnitudo 3.4 sendiri dianggap cukup kecil untuk menimbulkan kerusakan signifikan, namun dapat dirasakan oleh penduduk di sekitar episentrum, terutama jika mereka berada di gedung bertingkat atau di dekat pantai yang rentan terhadap guncangan.
Kedalaman 10 kilometer memperkuat potensi gempa terasa lebih kuat di permukaan meskipun tidak menyebar jauh dari titik pusat.
Respons dan Kesiapsiagaan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat magnitudonya yang rendah dan kedalamannya yang dangkal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa dari gempa tersebut.
Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang sering kali terjadi setelah gempa awal.
Selain itu, wilayah Sulawesi Utara termasuk dalam zona seismik aktif karena berada di jalur pertemuan tiga lempeng besar: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Kondisi ini menjadikan daerah tersebut sering mengalami gempa bumi dengan berbagai magnitudo dan kedalaman.
Mengapa Penting Memahami Magnitudo dan Kedalaman Gempa?
Magnitudo merupakan ukuran seberapa besar energi yang dilepaskan saat gempa terjadi.
Sedangkan, kedalaman gempa sangat berperan dalam menentukan sejauh mana dampak gempa dapat dirasakan di permukaan.