Gorontalo Terkini

Warga Minta 3 Anggota DPR RI Dapil Gorontalo Perhatikan Pendidikan hingga Nasib Guru dan Petani

Warga Gorontalo menyampaikan aspirasi mereka kepada para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari daerah pemilihan (Dapil) G

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
KOMPAS/PRIYOMBODO
Suasana gedung DPR RI, Jakarta 

TRIBUNGORONTALOM.COM, Gorontalo -- Warga Gorontalo menyampaikan aspirasi kepada para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari daerah pemilihan (Dapil) Gorontalo

Mereka berharap anggota DPR RI terpilih, yakni Rachmat Gobel, Rusli Habibie, dan Elnino M. Husein Mohi, bisa menyalurkan keluhan serta membawa perubahan yang positif di wilayah mereka.

Harapan tersebut muncul dari berbagai kalangan, mulai dari guru, petani, hingga pekerja informal seperti abang bentor.

Mereka menyuarakan keresahan yang sudah lama dirasakan dan berharap bisa mendapat perhatian dari wakil rakyat.

Guru Keluhkan Seringnya Pergantian Kurikulum

Dimas Labaika, seorang guru di SMA 7 Prasetya Gorontalo, menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan kebijakan pergantian kurikulum yang sering terjadi dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, hal ini berdampak pada proses belajar-mengajar dan prestasi siswa, karena siswa harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru.

“Dalam kurun waktu 2016 hingga 2024, kurikulum sudah tiga kali berubah. Dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kemudian ke Kurikulum 2013 (K13), dan sekarang Kurikulum Merdeka. Ini sangat membingungkan, terutama bagi siswa yang terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat,” ungkap Dimas.

Dimas juga menyoroti beban administrasi yang makin bertambah bagi para guru.

Ia menyebut bahwa meskipun kurikulum berubah, administrasi yang harus dikerjakan tetap sama seperti pada kurikulum sebelumnya, tidak ada standar yang jelas.

“Administrasinya tidak menentu. Kurikulum merdeka, tapi cara kerjanya masih sama seperti KTSP dan K13. Tidak ada yang baku, dan ini membingungkan,” tambahnya.

Selain masalah kurikulum, Dimas berharap agar pemerintah pusat, melalui DPR, bisa memberikan perhatian lebih kepada guru-guru honorer, terutama mereka yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun kesejahteraannya belum terpenuhi.

Petani dan Pekerja Informal Soroti Infrastruktur

Sementara itu, harapan juga datang dari Jony Adam, seorang pengemudi bentor (becak motor) yang sering melewati jalan Baypass Center Point di Bone Bolango.

Ia menyoroti minimnya penerangan jalan di sepanjang jalur tersebut, yang menurutnya bisa membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved