Human Interest Story

Perjuangan Sunja dari Bandung ke Gorontalo, Jualan Pentol Demi Harapan

Namun, semangat untuk mencari masa depan menggerakkan hatinya untuk menghubungi kakak kelas yang lebih tua dua tahun darinya, seorang sosok yang perna

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
Sunja saat sedang melayani pembeli. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang pemuda bernama Sunja jualan pentolan di sudut simpang empat Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Gorontalo.

Berbekal semangat dan keberanian, sunja menjajakan Pentolan, makanan khas Indonesia, yang menjadi ciri khasnya.

Namun, perjalanan hidupnya menuju titik ini tidaklah mudah. Sunja adalah pemuda berasal dari Bandung

Setelah menuntaskan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama, ia mendapati diri dalam kebimbangan, bingung akan langkah selanjutnya.

Hari-harinya dihabiskan dengan duduk diam di rumah, tanpa arah yang jelas.

Namun, semangat untuk mencari masa depan menggerakkan hatinya untuk menghubungi kakak kelas yang lebih tua dua tahun darinya, seorang sosok yang pernah sangat dekat saat mereka masih berseragam sekolah.

“Dia sudah merantau dan bekerja di Gorontalo. Jadi, saya telepon dia dan bilang mau bekerja bersamanya,” ungkap Sunja mengenang momen yang mengubah hidupnya.

Keputusan berani ini membawanya menempuh perjalanan jauh ke Gorontalo pada tahun 2014, sebuah langkah yang dia ambil dengan penuh harapan.

Kini, setelah menetap di Gorontalo selama lebih dari satu tahun, Sunja setiap hari menghabiskan waktunya untuk berjualan Pentolan, mulai sore pukul 15.30 hingga malam 23.30 WITA.

Ia berdiri di depan Alfamart, menyambut para pelanggan yang berdatangan, dari keluarga yang membawa anak-anak hingga pasangan muda yang sedang mencari camilan.

Di tengah malam yang ramai, Sunja tersenyum lebar melihat Pentolannya diborong pelanggan.

“Harganya antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000,” jelasnya dengan semangat.

Dalam sehari, ia dapat meraup pendapatan sekitar Rp 400.000, meskipun ia menyadari bahwa pendapatan tersebut tidak selalu stabil, terutama saat musim hujan melanda.

Selama satu tahun terakhir, Sunja menjalani usaha ini dengan penuh keyakinan, bertransformasi dari seorang pekerja yang mengikuti kakak kelasnya menjadi penjual mandiri.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah dipercayakan jualan sendiri. Ini semua berkat usaha dan kerja keras,” ujarnya dengan penuh syukur. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved