Ketua Orma Lecehkan Junior
Seorang Ketum Ormawa di Gorontalo Bantah Lecehkan Junior, Tantang Korban Lapor Polisi
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, MAL tidak menyangka dirinya disebut-sebut sebagai pelaku pelecehan seksual kepada para juniornya.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/02102024-Pelecehan-Seksual.jpg)
Pengakuan korban, dirinya mendapat perlakuan pelecehan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal.
Perlakuan tak mengenakan itu kerap terjadi di tempat para kader berkumpul dan berbaur.
Bahkan, menurut korban jika mereka dipaksa oknum MAL untuk melakukan hal tak senonoh.
Meskipun mendapatkan perlakuan tak senonoh, korban enggan untuk melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.
Alasan korban karena mendapatkan tekanan dan menjaga nama baik organisasi.
TribunGorontalo.com berusaha melakukan penelusuran informasi.
Seorang senior organisasi hijau hitam itu membenarkan kejadian dugaan pelecehan tersebut.
Ia bahkan menyebutkan banyak korban yang telah melapor ke pihaknya.
Namun tak satupun dari mereka mau bersuara dan membuka kelakuan bejat MAL ke publik.
"Iya benar, di organisasi itu sudah banyak korban sekitar enam orang yang melapor ke saya, tapi korban memilih untuk diam," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/9/2024) malam.
MAL disebut-sebut melakukan aksinya dengan berbagai cara.
"Korbannya ada yang sudah dua tahun lalu, setahun lalu, ada juga yang baru, ada dengan non verbal, VCS, ada juga memaksa untuk begitu," ucapnya.
Hingga saat ini korban tak mau untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dengan beberapa alasan seperti tekanan mental, nama baik organisasi dan nasib korban ke depan. (*)