Berita Kota Gorontalo
Sempat Ditanami Pohon Pisang, Jalan Tribrata Kota Gorontalo Kini Mulus Tak Berlubang
Jalan Tribrata di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo akhirnya selesai diperbaiki.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-jalan-Tribrata-Kota-Gorontalo-pada-Senin-3092024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jalan Tribrata di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo akhirnya selesai diperbaiki.
Hal ini imbas dari protes warga yang melakukan aksi menanam pohon pisang di tengah jalan Tribrata, Kota Gorontalo.
Pantauan TribunGorontalo.com, jalan Tribrata selesai dikerjakan sejak sepekan lalu. Jalan menuju kawasan jembatan Talumolo ini mulus tak berlubang.
Warga setempat, Nuraini (38) mengaku senang karena jalan mereka sudah bagus.
Nuraini sering melewati jalan tersebut untuk membawa dagangannya ke pasar atau mengantar anaknya pergi sekolah.
"Alhamdulillah sudah bagus jalan, saya bisa lega lewat jalan ini, terima kasih," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/9/2024).
Lebih lanjut, Nuraini mengatakan perbaikan Jalan Tribrata merupakan harapan warga. Ia menyebut warga sekitar marah terhadap pemerintah Kota Gorontalo.
"Kalau dibilang, warga kemarin sudah kesal, makanya kemarin mereka sempat protes dengan pohon pisang," tuturnya.
Baca juga: Hati-hati Informasi Palsu Medsos, Korban Kasus Video Syur di Gorontalo Tidak Pernah Klarifikasi
Ia berharap pemerintah memperbaiki jalan tanpa harus diprotes warga terlebih dahulu.
"Saya harapannya, PUPR memperbaiki jalan itu atas inisiatif sendiri, bukan menunggu protes dari warga baru diperbaiki. Tapi terima kasih dan apresiasi juga karena telah memperbaiki Jalan Tribrata," tegasnya.
Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo berjanji akan menyelesaikan perbaikan Jalan Tribrata pada September 2024.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Gorontalo, Dikki Haryadi, mengatakan alasan perbaikan jalan di Kampung Bugis Kota Gorontalo itu tertunda karena menunggu saat yang tepat.
Tidak adanya saluran air di area tersebut, kata Dikki, menyulitkan proses pengaspalan.
Dikki pun meminta masyarakat setempat untuk memberi waktu kepada pemerintah.
"Kami targetkan selesai bulan ini, September 2024," jelasnya.