Amalan Perbuatan

Dosa Besar Bagi Para Suami, Jangan Mencaci Apalagi Memukul Istri

Wanita kerap kali dipandang sebagai makhluk yang lemah. Tak jarang, kaum hawa ini harus menelan pil pahit keras dan kejamnya kehidupan dunia.

Editor: Minarti Mansombo
Tangkap Layar
Dosa Besar Suami Kepada Istri 

"Ketahuilah bahwa jika Anda mencaci orang di pasar sana, setelah Anda berpisah urusan Anda selesai, perempuan itu sakit hati, akan tapi bersama hilangnya wajah Anda, mungkin akan hilang itu rasa sakit," jelas Buya Yahya.

"Tapi kalau Anda seorang suami mencaci istri Anda, setiap hari dia melihat muka Anda, alangkah zalimnya Anda. Laki-laki model apa seperti itu," tambah Buya Yahya.

Seorang suami adalah imam dalam rumah tangga.

Segala sesuatu akan baik jika pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh sang suami baik.

Oleh karenanya, tanggung jawab seorang suami sangatlah berat, terlebih di hadapan Allan SWT.

"Seorang suami yang tidak bisa menjaga lisannya, lisan mu wahai suami, engkau imam, jangan sampai istri mu berubah, jangan sampai istri mu rusak,"

"Tanggung jawab di hadapan Allah, jaga lisan mu, prilaku mu, yang baik kalau ngomong," ingat Buya Yahya.

Buya Yahya juga mengingatkan, seorang laki-laki yang hebat tidak akan mudah memukul, meski istrinya layak untuk pukulan tersebut.

Baca juga: Mikayla Puas Anaknya Berobat Gunakan Program JKN BPJS Kesehatan

"Laki-laki hebat tidak akan memukul istrinya, biarpun istrinya layak dipukul," tegas Buya Yahya.

"Nabi mengisyaratkan, mengingatkan, kebodohan orang laki-laki yang sangat bodoh, siang hari dipukul, malamnya digauli," kata Buya Yahya.

"Wong dia sendiri punya hajat kok mukul," tambah Buya Yahya.

Tidak hanya itu, Buya Yahya juga mengingatkan lewat apa yang telah disampailan oleh Al-Qur'an, bahwa seorang istri yang punya kesalahan itu diingatkan, bukan di sakiti.

Jika tidak mempan, jangan ajak bicara istri, jika masih tidak berdampak, barulah dipukul.

Itupun bukan pukulan yang menyakitkan, melainkan ada aturan dan cara-cara yang baik dan lembut menurut Al-Qur'an.

"Istri bukan untuk dipukuli, kalau dalam Al-Qur'an, kalau punya kesalahan diingatkan, nggak mau, jangan diajak bicara, itupun di kamarnya saja, di luar anak-anak nggak tau, jangan curhat sana-sini,"

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved