Internasional
Amerika Rela Kucurkan Dana Rp 45 Triliun Demi Bisa Produksi Sendiri Baterai
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk meningkatkan manufaktur dalam negeri guna mendukung target iklimnya.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pekerja-mendemonstrasikan-cara-mengekstrak-litium-dari-air-garam.jpg)
Sebagai respons, pemerintahan Biden baru-baru ini mengumumkan tarif yang lebih tinggi untuk baterai dan suku cadang baterai dari China, menaikkan tarif dari 7,5 persen menjadi 25 persen.
Pemerintah AS juga merancang kredit pajak untuk kendaraan listrik (EV) sehingga hanya berlaku untuk kendaraan dengan baterai yang diproduksi di dalam negeri.
Dengan langkah ini, AS berharap dapat memperkuat industri baterai dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung transisi ke energi bersih yang lebih berkelanjutan. (*)