Pilpres Amerika Serikat
Donald Trump Akan Salahkan Komunitas Yahudi jika Kalah pada Pilpres Amerika Serikat 2024
Kontroversi ini kembali memperlihatkan ketegangan Trump dengan komunitas Yahudi di Amerika, yang secara historis lebih condong mendukung Partai Demokr
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pidato-Donald-Trump-menyalahkan-Komunitas-Yahudi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pernyataan Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi.
Hal itu lantaran ia menyinggung soal komunitas Yahudi di Amerika Serikat.
Trump mengklaim bahwa komunitas Yahudi di Amerika akan disalahkan jika ia kalah dalam pemilihan presiden melawan kandidat dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
Dalam pidatonya pada Kamis malam, Trump menegaskan kembali klaimnya bahwa kekalahan dalam pemilu akan berdampak pada eksistensi Israel, yang menurutnya bisa hancur dalam dua tahun.
"Kekalahan dalam pemilu ini, sebagian besar disebabkan oleh komunitas Yahudi," ujar Trump dalam sebuah acara bertajuk Fighting Antisemitism (Memerangi Antisemitisme).
"Saya akan sampaikan ini dengan sangat sederhana: Saya merasa tidak diperlakukan dengan benar, namun Anda juga tidak diperlakukan dengan benar, karena Anda sedang menempatkan diri Anda dalam bahaya besar," tambah Trump.
Pernyataan ini merujuk pada survei yang disebut Trump menunjukkan bahwa Kamala Harris mendapat dukungan sebesar 60 persen dari pemilih Yahudi di Amerika Serikat.
Menanggapi pernyataan Trump, Morgan Finkelstein, juru bicara kampanye Harris, mengkritik Trump karena dinilai sering berhubungan dengan tokoh-tokoh antisemit.
Trump sendiri membantah tuduhan antisemitisme tersebut, dengan menegaskan bahwa ia memiliki menantu beragama Yahudi.
Kontroversi ini kembali memperlihatkan ketegangan Trump dengan komunitas Yahudi di Amerika, yang secara historis lebih condong mendukung Partai Demokrat. (*)