Polemik Miss Trans Queen
Ketua MUI Serukan Penolakan Acara Pemilihan Ratu Transgender 'Mari Jaga Kehormatan Gorontalo'
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo menyerukan penolakan terhadap acara pemilihan ratu transgender di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdurrahman-Abubakar-Bahmid-menanggapi-polemik-acara-Miss-Trans-Queen.jpg)
Saat dihubungi TribunGorontalo.com, Ramdan menegaskan pagelaran Miss Trans Queen bertentangan dengan nilai budaya dan agama.
"Jika ini diekspresikan maka akan bertentangan dengan nilai moral, budaya, dan agama. Sehingga penting bagi kita melakukan pencegahan dan penolakan secara masif," ucap Ramdan Liputo.
Politisi PKS itu menyebut ajang Miss Queen Trans bertujuan menunjukkan eksistensi kaum transgender.
Hal ini disebut bertentangan dengan falsafah Gorontalo.
"Kita dikenal dengan falsafah, Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah," tegasnya.
Ia pun meminta seluruh pihak menolak Miss Trans Queen di Gorontalo, termasuk para pimpinan daerah di masing-masing kabupaten/kota mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap acara tersebut.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya