Minggu, 15 Maret 2026

Polemik Miss Trans Queen

Ketua MUI Serukan Penolakan Acara Pemilihan Ratu Transgender 'Mari Jaga Kehormatan Gorontalo'

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo menyerukan penolakan terhadap acara pemilihan ratu transgender di Provinsi Gorontalo. 

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ketua MUI Serukan Penolakan Acara Pemilihan Ratu Transgender 'Mari Jaga Kehormatan Gorontalo'
Dok pribadi
Abdurrahman Abubakar Bahmid menanggapi polemik acara Miss Trans Queen di Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo menyerukan penolakan terhadap acara pemilihan ratu transgender di Provinsi Gorontalo. 

Ketua MUI Provinsi Gorontalo, Abdurrahman Abubakar Bahmid, menegaskan adanya isu Miss Trans Queen bisa merusak masa depan bangsa.

"Kami percaya bahwa nilai-nilai agama dan kekeluargaan harus dijaga demi masa depan yang lebih baik. Mari kita bersama-sama menjaga kehormatan dan kebaikan Gorontalo," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (13/9/2024).

Abdurrahman menjelaskan alasan masyarakat perlu mencegah normalisasi LGBT di Gorontalo. 

Sebab, masyarakat perlu dijauhkan dari nilai-nilai yang menyimpang dari ajaran agama.

"Acara ini menyebarkan pemahaman yang salah tentang seksualitas dan identitas gender. Lalu juga kita harus mempertahankan institusi keluarga sebagai pondasi masyarakat," jelas Abdurrahman.

Anggota DPD-RI periode 2019-2024 itu mengatakan LGBT adalah ancaman terhadap moral masyarakat. 

Sehingga penolakan terhadap acara-acara berbau LGBT sama halnya menjaga generasi muda.

Penolakan juga disebut sebagai upaya mengurangi potensi konflik sosial antara masyarakat yang berbeda pandangan.

"Penolakan terhadap LGBT juga dapat menjaga identitas budaya dan tradisi bangsa kita dan melindungi anak-anak kita dari paparan yang tidak sesuai," terangnya.

Olehnya itu, Abdurrahman meminta semua pihak menghargai dan mematuhi ketentuan konstitusi terkait norma dan etika.

"Saya berharap masyarakat memperkuat solidaritas antar warga untuk tetap menjaga moralitas di Gorontalo," pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Selidiki Isu Acara Pemilihan Ratu Transgender di Gorontalo

Anggota DPRD Angkat Bicara

Belakangan beredar isu adanya pelaksanaan ajang ratu kecantikan atau Miss Trans Queen di Gorontalo.

Isu ini pun mendapat penolakan keras dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo.

Saat dihubungi TribunGorontalo.com, Ramdan menegaskan pagelaran Miss Trans Queen bertentangan dengan nilai budaya dan agama.

"Jika ini diekspresikan maka akan bertentangan dengan nilai moral, budaya, dan agama. Sehingga penting bagi kita melakukan pencegahan dan penolakan secara masif," ucap Ramdan Liputo.

Politisi PKS itu menyebut ajang Miss Queen Trans bertujuan menunjukkan eksistensi kaum transgender.

Hal ini disebut bertentangan dengan falsafah Gorontalo.

"Kita dikenal dengan falsafah, Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah," tegasnya.

Ia pun meminta seluruh pihak menolak Miss Trans Queen di Gorontalo, termasuk para pimpinan daerah di masing-masing kabupaten/kota mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap acara tersebut.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved