Gorontalo Terkini
Banjir Surut, Warga Kelurahan Lekobalo Kembali Beraktivitas Normal Setelah Sebulan Terendam
Banjir yang sempat mencapai ketinggian rumah warga ini meninggalkan trauma mendalam, namun kini aktivitas sehari-hari mulai pulih.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hano-Harun-68-bercerita-aktivitas-pasca-banjir-di-Kelurahan-Lekobalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebulan setelah diterjang banjir yang melanda Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kehidupan warga perlahan kembali normal.
Banjir yang sempat mencapai ketinggian rumah warga ini meninggalkan trauma mendalam, namun kini aktivitas sehari-hari mulai pulih.
Hano Harun (68) adalah salah satu warga yang kini merasakan perubahan positif.
"Kemarin saya hanya bisa berada di rumah, sekarang alhamdulillah sudah bisa ke rumah tetangga lagi," ungkap Harun kepada TribunGorontalo.com, Kamis (5/9/2024).
Baca juga: Polisi Tembak Tersangka Curanmor di Gorontalo, Kapolres Bone Bolango Ungkap Kronologi
Meskipun halaman rumahnya masih digenangi air, semangat Harun untuk membersihkan rumah yang sempat hancur pasca banjir tidak surut.
Namun, Harun masih merasa kesulitan karena beberapa barangnya hanyut terbawa arus.
"Masih ada genangan air di halaman, semoga jika tidak hujan, airnya cepat surut," tambahnya.
Sementara itu, Herlina Laiya juga berbagi cerita tentang tantangan yang dihadapinya.
Baca juga: Baru Bebas di Hari Kemerdekaan, Pria Gorontalo Kembali Dijebloskan ke Penjara karena Curanmor
Suaminya baru-baru ini mulai mendapatkan penghasilan dari danau setelah banjir surut.
"Sebelumnya sangat sulit mencari ikan. Danau seperti laut dengan ombak yang besar, jaring tidak bisa menangkap ikan," jelas Herlina.
Ia mengatakan bahwa kondisi bencana seperti ini terakhir kali terjadi pada tahun 2000 dan kini terulang kembali pada 2024.
Baca juga: Ghalieb Lahidjun Masih Yakin Marten Taha tak Mungkin Khianati Golkar di Pilgub Gorontalo 2024
Herlina berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah untuk membantu dalam mitigasi bencana banjir bandang.
"Harapan kami, bencana seperti ini tidak terjadi lagi dan pemerintah dapat membantu dengan langkah mitigasi yang lebih baik," harapnya. (*)